Konfigurasi RLOGIN

Misalkan kita punya dua buah server, sebut saja server-A dan server-B. Keduanya menggunakan Solaris OS. Jika kita sedang bekerja di server-A, untuk dapat mengakses server-B kita dapat menggunakan telnet, ssh, atau rlogin. Tiap kali mengakses server-B dari server-A, kita pasti akan diminta untuk memasukkan username dan password.

Kita bisa mengatur rlogin supaya mengijinkan kita login tanpa harus memasukkan username dan password. Caranya adalah dengan membuat sebuah file .rhost di $HOME milik server-B. File .rhost tersebut isinya adalah seperti berikut :

server-A root

Secara umum format isi file .rhost adalah

[hostname] [username]

[hostname] dapat berupa alamat IP atau nama hostname seperti yang ada di dalam file /etc/hosts.

Dengan demikian jika kita berada di server-A sebagai root lalu melakukan rlogin ke dalam server-B, server-B akan langsung mengijinkan kita login tanpa menanyakan username dan password lagi. Jika kita login ke dalam server-A bukan sebagai root, lalu kita rlogin ke server-B apa jadinya? Tentu kita akan dimintai lagi username dan password.

DHCP Client di Solaris 10

Dua hari lalu saat mencoba Solaris 10 di notebook, saya mendapat pelajaran baru tentang bagaimana mengatur Solaris supaya bisa mendapat IP secara dinamik dari DHCP server. Selama ini saya selalu menginstal Solaris dengan IP statik. Jadi bingung juga bagaimana caranya mengatur Solaris sebagai DHCP client. Sebelumnya saya juga pernah menulis bagaimana mengatur IP statik di Solaris 10 (baca ini).

Langkah untuk mengatur Solaris supaya mendapatkan IP secara dinamik adalah sebagai berikut :

  1. Pertama saya harus mengaktifkan network interface yang ada di notebook saya, Solaris mengenali Ethernet sebagai bge0. Untuk mengaktifkannya saya harus menjalankan perintah berikut ini :
    # ifconfig bge0 plumb
  2. Untuk mengatur Solaris supaya mencari IP dari DHCP server yang ada di network, saya bisa menjalankan perintah ini :
    # ifconfig bge0 dhcp start
    Dengan menggunakan perintah ini, Solaris akan mengirimkan request ke DHCP server untuk mendapatkan IP. Jika saya hanya menjalankan perintah ini maka Solaris akan kembali kehilangan IP setelah notebook saya matikan.
  3. Untuk membuat Solaris mencari IP dari DHCP server tiap kali reboot, saya harus membuat sebuah file kosong yaitu /etc/dhcp.bge0.
  4. Jika saya hanya melakukan 3 langkah di atas, saya akan mendapati hostname unknown. Padahal sewaktu saya menginstal Solaris, saya mengatur hostname Solaris tedy-solaris. Untuk mencegah Solaris kehilangan hostname saat reboot saya harus membuat sebuah file /etc/hostname.bge0 yang isinya adalah tedy-solaris. Selain itu saya juga harus mengganti isi file /etc/nodename dengan isi nama hostname : tedy-solaris.
  5. Langkah 4 di atas tidak cukup untuk membuat Solaris tetap menggunakan tedy-solaris sebagai hostname. Saya harus mencegah Solaris supaya tidak meminta hostname kepada DHCP server. Saya harus memaksa Solaris untuk menggunakan hostname yang sudah saya definisikan di dalam /etc/hostname.bge0. Caranya adalah dengan mengubah file /etc/dhcpagent. Di dalam file ini saya harus menghapus angka 12 (bagian ini yang membuat Solaris selalu meminta hostname) kepada DHCP server.