Surabaya (part 3) – Ditempel Stiker

Dulu teman saya ada yang mengajari saya tentang minuman/makanan yang ada di mini bar kamar hotel. Mengingat harga minuman/makanan yang ada di mini bar kamar hotel itu harganya gila-gilaan, katanya beli saja minuman/makanan yang serupa di swalayan untuk gantinya. Jadi kita gak harus bayar semahal harga hotel. Cuma pinjam doank gitu…nanti diganti kalau sudah beli di swalayan.

He..he..he..rupanya Ibis punya cara jitu menangkalnya. Lihat foto ini :

Di tiap botol/kaleng minuman yang ada di mini bar, semuanya ditempeli stiker hotel Ibis. Jadi kalau orang minum dari mini bar, mereka harus berpikir ulang untuk beli gantinya di luar; ada stikernya tuh..nah stikernya kudu beli di mana? =)) Teori di atas hanya berlaku kalau hotelnya baik tidak tempel-tempel stiker pelindung macam itu.

Surabaya (part 2) – Tentang Bebek Goreng

Tadi malam saat baru masuk hotel Ibis, saya pesan makan lewat room service. Pilih-pilih menu saya coba pecel bebek..sepertinya menarik. Begitu datang pesanan saya, saya cukup kaget melihat porsinya yang cukup besar. Lengkap dengan tahu, tempe, lalapan dan sambal. Ini lihat sendiri fotonya :

Bebeknya empuk, kulit bebeknya juga terasa crispy. Sambalnya juga ok, pedas manis. Dengan ukuran bebek yang cukup besar, porsi nasi yang sedikit tidak terlalu menjadi masalah…tetep nendang di perut. Pokoknya highly recommended bagi pecinta bebek goreng. Soal harga, karena kena service charge 21% harganya jadi sekitar Rp78000,-. Bisa diulang beli nih kalau menginap di Ibis lagi. Memang benar kata orang Jawa, “rega nggawa rupa” (“harga berbanding lurus dengan kualitas”…dalam hal ini tentu berbanding lurus dengan rasa).

Surabaya (part 1) – Hotel Ibis Rajawali

Rabu siang saya pulang dari Pekanbaru dengan flight jam 13.50. Sampai di Jakarta sekitar pukul 15.30 sore. Kali ini saya tidak langsung pulang karena harus lanjut penerbangan ke Surabaya. Jadi cuma transit ceritanya…baru pertama kali nih transit di Jakarta. Harusnya saya naik Garuda pukul 17.00, tapi sore ini delay. Jam setengah 6 baru berangkat. Padat rupanya penerbangan sore ini ke Surabaya. Aneh nih 2x terbang (pertama kemarin ke Pekanbaru, dan tadi ke Surabaya) sebelah saya orang asuransi….ngoceh terus berisik mengganggu. Apa orang asuransi selalu banyak omong gitu ya? (Sori bagi yang bisnisnya asuransi, saya cuma gak suka aja ditawari asuransi sama orang yang baru juga kenalan di pesawat..dan saya lebih gak suka lagi ada yang berisik di perjalanan).

Saya sampai di Juanda Airport sekitar pukul setengah 7 malam. Begitu handphone aktif, SMS masuk katanya saya disuruh menginap di hotel Ibis.

Nah Anda sudah lihat sendiri kan review hotel dalam komik di atas. Hotel Ibis katanya termasuk hotel bintang 3 di kota Surabaya. Ada beberapa hal menarik di hotel ini. Salah satunya tentu akses internet gratis yang saya pakai posting tulisan ini 😀 . Ada meja biliar 7 feet juga di lobi. Sayang kali ini saya lagi gak mood main biliar, apalagi main di meja kecil (gak mood main…**sambil ngelirik partner sparing saya***). Yang unik lagi adalah breakfast yang diperpanjang sampai jam 12 siang. Memang resminya (makanan lengkap) dari jam 6 pagi sampai jam 10. Tapi dari jam 10 sampai jam 12 siang tetap disediakan minuman dan kue-kue. Jadi gak usah takut kesiangan & ketinggalan sarapan. Paling tidak itu yang saya tangkap dari poster di dalam lift (maaf kalau salah nerjemahain).

Gosipnya (ntah seberapa akurat kebenarannya), lokasi hotel Ibis ini termasuk daerah rawan kriminalitas. Tadi malam supir Bluebird kembali mengulang cerita yang sama. Rawan perampokan dan penodongan katanya, padahal lokasinya hanya beberapa ratus meter dari Polwiltabes Surabaya. Memang sih lokasinya yang lumayan sepi kalau malam. Saya lebih prefer hotel Garden karena letaknya yang lebih dekat ke pusat kota. Mau ke mal juga dekat. Secara fasilitas dan pelayanan hotel, Ibis Rajawali ini cukup nyaman untuk disinggahi. Sayang juga tadi malam dapat kamar dengan twin bed, jadi kecil kan ranjangnya. Layout kamarnya mirip hotel Aspethera tempat saya menginap di Panderborn Maret lalu. Rabu kemarin memang padat sekali hotel-hotel di Surabaya. Menurut supir Bluebird sih ini gara-gara PAN (partainya Amien Rais) punya acara di Marriot. Jadi se-Indonesia, orang-orang partai itu kumpul di Surabaya….hmm masuk di akal kalau begitu.

Saya ketik postingan ini setelah makan pagi di restorannya Ibis. Tadi malam saya lembur, dan baru tidur setengah 4 pagi. Pagi-pagi sudah ada yang telepon jam 7 pagi…sialan jadi gak tidur lagi nih. Ya sudahlah..bangun sekalian, bikin komik, mandi, terus sarapan.