Surabaya IV (part 2) – Buku Komik Lucu

Tadi siang di Gramedia saya beli buku baru lagi. Buku “100 Tokoh Yang Mewarnai Jakarta” ini adalah buku komik ciptaan Benny & Mice. Dulu saya lihat review buku ini di blognya Paman Tyo. Kick Andy juga pernah mengulas buku ini dalam salah satu episodenya. Salah satu episode Kick Andy yang bagus tuh. Seperti ini gambar sampul depannya :

Sudah lama saya ingin beli buku ini, beberapa kali ke Gramedia sudah sempat lihat dan pegang-pegang tapi baru tadi kesampaian beli juga 😀 . Bukunya benar-benar lucu. Mengangkat gaya orang-orang yang sering kita jumpai di Jakarta. Gaya penulisan komik yang lucu, jujur, blak-blakan. Saya baru buka beberapa halaman saya dah senyum-senyum terus lihat uniknya komentar-komentar di tiap halaman. Kalau Anda tinggal di Jakarta, pasti dalam hati akan mengiyakan realita yang diangkat oleh Benny & Mice di dalam komik-komiknya. Silakan beli dan senyum-senyum sendiri mengikuti tiap karikatur dan komik yang blak-blakan memotret realita sisi-sisi kehidupan masyarakat Jakarta. Di Gramedia buku ini dijual dengan harga Rp50000,- Di dalamnya disisipi poster seukuran A3 dan sebuah stiker. Gambar posternya sama seperti gambar sampul bukunya.

Surabaya IV (part 1) – Beli Tikus Di Surabaya

Karena mouse Fujitsu saya tewas minggu lalu, saya tadi siang akhirnya beli mouse baru (setelah senin kemarin saya tidak bisa mendapat mouse pengganti di kantor). Sepulang makan siang saya mampir di Gramedia Surabaya Plasa. Oh ya saya lupa bilang, saya sedang berada di Surabaya sejak kemarin sore. Di Gramedia ada beberapa macam mouse yang dijual. Kisaran harga mouse di sana sekitar Rp56000,- Rp200000.-

Saya pilih mouse merek Mobile Gear yang sedang promo dengan harga Rp58400,-. Saya pilih mouse dengan kabel yang bisa digulung manual di sisi mouse; dan dengan celah untuk menyembunyikan konektor USB di bagian bawahnya. Si Mbak penjaga counter alat elektronik di Gramedia mempromosikan Mobile Gear karena merek mouse ini punya garansi 1 tahun. Saya cukup menyimpan bon bukti pembayaran untuk bukti klaim penggantian bila suatu saat mouse ini rusak. Lihat beberapa gambar mouse baru saya ini :

Lumayan sih beli barang dengan garansi 1 tahun, hitung-hitung membeli rasa aman. Biasanya kalau suatu produk berani memberikan garansi selama beberapa waktu, dapat dipastikan si produsen yakin produknya akan aman-aman saja selama waktu garansi tersebut. Coba perhatikan produsen komponen PC semacam memori atau harddisk, produsen berani memberikan jaminan/garansi sampai lama sekali (bahkan garansi seumur hidup). Dan memang kita dapat melihat, jarang kan memori PC bermasalah. Produsen harddisk juga berani memberikan garansi sampai tahunan. Tahun 2002 saya beli sebuah harddisk merek Seagate, saya diberi garansi 5 tahun oleh si penjual. Terbukti sampai hari ini harddisk tersebut masih berfungsi dengan baik, padahal sudah berumur 6 tahunan (entah kalau tiba-tiba besok mati 😀 ).

Mengetik Aksara Kanji

tedyBagaimana cara menulis (baca : mengetik) aksara kanji (huruf Mandarin) di komputer? Ini pertanyaan bagus dari Mamah saya di rumah saat weekend lalu saya pulang ke Cirebon. Untuk menjawab pertanyaan itu, Minggu pagi saya sedikit ngoprek untuk mencari tahu bagaimana cara mengetik aksara kanji di dalam notebook saya yang menggunakan Windows XP (English version). Setelah Googling sebentar, saya dapat beberapa tips. Langsung saya coba dan setelah sukses mengetik karakter kanji, saya buat deh tutorial bodoh-bodohannya. Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan, khususnya oleh Mamah saya yang sekarang punya profesi baru sebagai guru bahasa Mandarin 😀 .

Berikut ini adalah tutorial singkat yang saya buat tentang bagaimana mengetik aksara kanji dalam komputer dengan sistem operasi Windows XP English Version. File tutorialnya dalam format PDF, silakan diunduh di sini (ukuran sekitar 900KB).

(Gambar di atas adalah nama Mandarin saya : Zheng Meng Wei. Sok Cina mode ON =)) )

Statik IP Dengan DHCP Server

Tulisan ini adalah tambahan untuk tulisan saya sebelumnya (“DHCP Server ON OpenSUSE 10.3“)Untuk “mengikat” sebuah alamat IP kepada sebuah perangkat kita dapat menambahkan kode berikut pada file /etc/dhcpd.conf

host printer {
hardware ethernet 08:00:2b:4c:a3:82;
fixed-address 192.168.1.120;
}

Misalnya pada sebuah jaringan yang menggunakan DHCP server, kita ingin memberi IP yang tetap pada sebuah printer nah cara ini bisa dipakai. Kebayang kan kalau printer dibiarkan mendapat IP dari DHCP server tanpa “ikatan” seperti ini. IP berubah-ubah terus, bingung donk user lain yang mau menggunakan printer. Jadi walaupun jaringan tersebut menggunakan IP dinamik yang diberikan oleh DHCP server, printer tersebut selalu memperoleh IP yang sama dari DHCP server. Secara bodoh-bodohan sama saja artinya dengan “memesan/booking sebuah IP” dari DHCP server.

Menyambut Mei

Tidak terasa sekarang sudah bulan Mei. Tanggal 1 Mei yang lalu saya pulang ke Cirebon. Sudah cukup lama saya tidak pulang ke rumah di Cirebon. Tanggal 1 Mei hari Kamis itu saya pulang dengan kereta api. Stasiun Gambir pagi itu cukup ramai. Kereta saya terlambat hampir 45 menit. Seharusnya berangkat pukul 6.00 pagi tapi kereta baru berangkat pukul 06.45. Yah namanya juga bayar murah, gak bisa complain. Bandingkan dengan suasana di ruang tunggu bandara; pasti ramai kalau ada pengumuman delay. Rupanya para pengguna jasa kereta api di sini sudah maklum dan kebal dengan keterlambatan jadwal keberangkatan kereta. Kabarnya sih pagi itu ada ganggunan persinyalan di stasiun Manggarai akibatnya banyak kereta yang harus gantian melewati stasiun itu.

Tidak banyak yang saya lakukan di Cirebon selain makan dan tidur. Sudah lagu lama kalau Cirebon itu panas, hujan yang turun Kamis malam tidak mampu menyejukkan suasana. Jumat kemarin seharusnya saya masuk kerja, tapi saya ambil cuti. Tadi malam saya sudah dikabari untuk berangkat lagi ke Surabaya (mungkin Senin depan)….halah. Pagi ini saya akan pulang lagi ke Jakarta. Jam 5.45 nanti kereta saya berangkat ke Jakarta. Dari jam 3 pagi tadi saya sudah terjaga, daripada bengong saya update dulu blog ini dengan bantuan Telkomnet Instan yang “hidup segan, mati tak mau”….bayangkan lambatnya koneksi internetnya : membuka Write Page-nya WordPress saja harus tunggu 10 menit.