Ganti Casing Pendrive

Sepulang dari Banjarmasin hari Sabtu lalu, harddisk eksternal Pendrive Sense saya rusak. Port USB yang ada di body-nya Sense terlepas. Awalnya saya curiga kenapa ada bunyi “klotak klotak” di dalam Pendrive Sense, saya pikir ada benda apa yang menyusup masuk ke dalam perangkat itu. Saya baru sadar saat akan menyambungkan harddisk eksternal saya ke notebook, colokan USBnya sudah tidak ada. Ternyata port USB-nya lepas dan berada di dalam, itu yang menyebabkan bunyi “klotak klotak” di dalam Pendrive Sense saya.

Nekat saja saya bongkar saja Pendrive Sense itu dengan obeng plus kecil. Sempat pusing juga mencari kotak obeng saya. Setelah cari pinjaman obeng, saya bisa buka casing-nya.Kelihatan lah port USB yang lepas itu. Saya putuskan untuk mencoba menyolder sendiri port USB itu ke circuit board-nya. Setelah menyolder sendiri port USB, saya coba sambungkan harddisk eksternal ke notebook saya. Lampu Pendrive Sense menyala tapi Windows tidak bisa mengenali eksternal harddisk tersebut. Waduh, cukup panik…saya takut harddisk-nya bermasalah & data-datanya hilang.

Sebenarnya harddisk eksternal yang baru saya beli 4 Juni 2008 lalu itu masih bergaransi 3 tahun. Tapi saya malas menukarkannya ke Bhinneka.com tempat saya membelinya dulu. Jadi Senin kemarin ketika pergi ke Glodok Plaza, saya sempatkan mencari enclosure/casing untuk harddisk 2.5″ SATA yang ada di dalam Pendrive Sense saya itu. Harga casing untuk harddisk 2.5″ SATA (entah merek apa) adalah Rp60.000,- Pulang kantor, cepat-cepat saya bongkar Pendrive Sense-nya lalu saya pindahkan harddisk-nya ke dalam casing baru itu. Mudah kok proses pemindahannya. Sayang tidak sempat mengambil foto saat mengganti casing harddisk eksternal kemarin. Berikut komik kumpulan foto harddisk saya sebelum dan sesudah berganti casing.

Sekarang harddisk eksternal saya sudah bisa saya pakai kembali; dengan casing baru tentunya :-p

5 thoughts on “Ganti Casing Pendrive

  1. Mas, kalo HDD saya, kenapa ya, setelah ganti enclosure, malah tidak terdetek sama sekali?

    lampu indikatornya nyala warna biru, tapi tetep tidak terdetek? sudah dicoba ke drive management, tetep juga ngak bisa.

    padahal enclosurenya baru. sedangkan enclosure yang lama ilang. Jadi HDD ini kisaran 1 bulanan nganggur tanpa make enclosure, dan disimpen di ruangan AC.

    padahal data datanya penting.

  2. @ Richie Rich : Anda pakai kabel USB yang ujungnya berapa colokan? Ada enclosure tertentu yang butuh supply daya lebih, jadi harus pakai kabel USB yang ujungnya ada 2 colokan.

  3. Pingback: Blognya Tedy Tirtawidjaja » My Passport Essential

  4. Pak Tedy

    infonya bagus nih.

    Saya sedang mempertimbangkan membeli HDD External.

    Mohon saran Pak, manakah yg paling baik, beli terpisah HDD + Enclosure atau beli Buil in seperi My WD Passport?

    Apa bedanya HDD 2.5″ 9mm dan 12m? apakah enclosurenya sama?

    Terima kasih
    Munthe

  5. @ Munthe : kalau pertimbangannya budget mending beli harddisk terpisah dengan enclosure. tapi secara tampilan mending beli WD My Passport. Setahu saya untuk harddisk 2.5″ enclosure yang dijual terpisah itu sama ukurannya.

Leave a Reply