Ujung Pandang (part 2) – Hotel Singgasana

Hei…rupanya di Hotel Singgasana Makassar ada fasilitas akses internet gratis. Barusan setelah breakfast, saya iseng mencoba menyalakan WiFi di notebook dan ternyata ada akses internet di kamar saya. Sinyal WiFi yang tersedia cukup lemah, tapi kencang juga nih akses internetnya. Cukup kencang untuk bisa membuka webmailnya Fujitsu yang lemot & agak susah diakses. Gatel juga gak tulis posting blog dengan internet gratis :-p

Ok mundur sebentar ceritanya, tadi malam setibanya di Makassar, saya langsung menuju Hotel Singgasana. Entah seperti apa Hotel Singgasana itu, belum ada orang di kantor yang pernah ke Makassar. Dwidaya Travel merekomendasikan hotel ini pada bos saya. Jadilah saya datang ke hotel ini. Hmm…sebetulnya seperti biasa saya sudah foto-foto hotel ini, tapi belum sempat buat komik reviewnya. Nantilah sepulang ke Jakarta lah saya buat reviewnya. Secara umum, Hotel Singgasana ini cukup bagus dan layak untuk dapat rekomendasi dari saya (halah..emangnya saya siapa? :)) ).Loh penting kan rekomendasi dari saya, siapa tahu lain kali ada rekan-rekan Fujitsu Indonesia yang akan ke Makassar butuh rekomendasi hotel (atau mungkin nanti saya balik lagi ke sini).

Berhubung nanti saya pulang ke Jakarta dengan pesawat jam 12.00, pagi ini saya memaksa diri bangun pagi padahal tadi baru tidur jam 4 pagi. Seperti biasa, lembur di Telkomsel untuk ganti memori Primepower 1500nya Telkomsel. Tidak terlalu puas sih menikmati tinggal di Hotel Singgasana ini, sayang memang hotel bagus tapi disinggahi cuma sebentar.

Ujung Pandang (part 1) – Lion Itu Pasti

Ah kesampaian juga menginjakkan kaki di tanah Sulawesi. Malam ini saya datang pukul 23.00 di Bandara Hasannudin Makassar (dulu Ujung Pandang kan?). Kali ini naik Lion Air, dapat bonus delay 1 jam. Jadwal berangkat harusnya pukul 18.00, di boarding pass tercantum penumpang boarding pukul 17.40. Sampai 17.40 masih tidak ada tanda-tanda penumpang disuruh naik pesawat (lah pesawatnya aja gak ada).

Sore ini terminal 1A sudah seperti pasar malam saja ramainya. Rupanya bukan cuma penerbangan ke Makassar saja yang delay, beberapa penerbangan lain seperti ke Palembang & Denpasar juga delay.

Dalam hati cuma tersenyum aja saat pukul 18.45, petugas Lion Air di pintu A4 mengumumkan pesawat ditunda keberangkatannya selama 60 menit karena alasan operasional (tepat seperti dugaan saya).  Tepat juga seperti prediksi Ramdhan (manajer di kantor) yang mengomentari kepergian saya naik Lion Air. Tadi siang Ramdhan bilang “Ngapain buru-buru ke airport, Lion mah pasti telat 😀 . Sialan, beneran telat. Langsung saya SMS Ramdhan. Mungkin dia tertawa kalau sudah tahu Lion Air yang akan saya naiki delay.

Jadi Lion itu pasti……pasti delay-nya.

Loh kok kamu naik Lion Air, katanya kantormu yang perusahaan asing itu standarnya pergi pakai Garuda? Entah lah mungkin bos saya malas juga diskusi soal airline dengan saya…kan saya tukang komplain. Tahu-tahu sudah confirm disuruh berangkat naik Lion Air. Mau komplain lagi gara-gara disuruh pergi dengan Lion Air,  ntar dibilang kaya anak kecil lagi…nanti sajalah curhat-nya (mungkin di postingan selanjutnya).

Update :
Foto di atas adalah foto boarding pass Lion Air, makin miskin aja Lion Air…jelek amat boarding passnya. Maret lalu sepertinya masih bagus boarding passnya. Lihat nih masih lebih menarik kan daripada cuma kertas putih polos :