Beli Speaker

Sekalian mengantar rekan saya ke Mangga Dua Rabu siang, saya beli speaker. Dulu waktu di kamar saya masih ada PC, saya sebenarnya sudah punya speaker : Speaker Edifier 2.1 (2 satellite speaker & 1 subwoofer). Bulan Maret lalu, PC plus speakernya berpindah tangan ke adik saya di Cirebon. Tinggal saya dengan notebook kantor. Terpaksa kalau mendengarkan musik harus puas dengan kemampuan speaker Fujitsu Lifebook ini. Sejak itu saya punya rencana ingin beli speaker baru. Target akan beli speaker Altec Lansing. Seperti biasa, referensi saya adalah Bhinneka.com. Awalnya ada 2 pilihan saya : Altec Lansing VS2421 dan Altec Lansing VS4121. Harga di Bhinneka.com VS4121 lebih mahal Rp100.000,- daripada harga VS2421. Ternyata di Mangga Dua, harga VS4121 lebih murah Rp80.000,- daripada price list-nya Bhinneka.com (untung belum jadi pesan di Bhinneka.com).

Agak susah memotret speaker ini. Karena body-nya hitam semua, Nikon L14 saya kesulitan mendapatkan fokus. Selain itu karena beberapa bagiannya terbuat dari logam, cahaya blitz jadi menyebar. Pokoknya susahlah, kecuali saya bawa speakernya ke teras dan motret di tengah hari bolong dengan mengandalkan cahaya matahari saja :-p Ngomong-ngomong “speaker” itu sudah termasuk kata dalam Bahasa Indonesia belum ya? Atau yang betul seharusnya pengeras suara? Kalau belum termasuk Bahasa Indonesia berarti penulisan “speaker” di postingan ini salah semua ya. Teorinya kan penulisan kata dalam bahasa asing harus dicetak miring. Loh ini postingan tentang speaker atau tentang kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar sih?  :-/ Maafkan deh kalau jadi bingung sudah hampir jam 2 pagi soalnya saat ketik postingan ini.

Rax Billiard

Belakangan saya jadi sering main biliar di Rax Billiard Plaza Semanggi. Tempatnya ada di lantai 5 Plaza Semanggi. Awalnya 2 minggu lalu saya diajak teman saya main ke sana, gratis dibayari 😀 Suasananya kok sepertinya enak, tidak terlalu berisik. Walaupun musiknya jeduk-jeduk tapi kita masih bisa ngobrol tanpa harus teriak-teriak. Belakangan ternyata keras tidaknya musik tergantung ramai tidaknya pengunjung yang datang. Pertama kali datang ke Rax, tidak banyak orang yang main di sana. Sampai-sampai saya heran kenapa sepi. Tapi Selasa malam kemarin rupanya ramai juga. Saat saya datang belum ada meja yang kosong. Saya dan rekan saya masuk waiting list, setelah menunggu 15 menitan baru bisa main.

Secara umum meja di sana lumayan bagus. Lakennya masih licin-licin, meskipun ada juga yang pemasangan lakennya kurang pas sehingga jalan bola jadi agak melenceng. Harganya yang cukup mahal untuk ukuran tempat biliar di Jakarta. Saya tidak tahu tepatnya berapa tarif per jamnya, kira-kira sih per jamnya Rp40000,-. Lemon tea satu gelas (besar sih gelasnya) harganya Rp15000,- Service fee dan PPN 10% yang cukup membuat mahal. Hari Sabtu lalu misalnya saya main di sana 2 jam plus 2 gelas lemon tea, saya harus membayar Rp 124.879,-

Rax Billiard ini sepertinya lebih membidik orang-orang yang sekadar having fun, bukan para penggila biliar dengan budget pas-pasan seperti saya. Buktinya dia tidak memberikan harga khusus atau paling tidak happy hour price. Mau siang, mau malam harganya tetap sama. Tempatnya sebenarnya strategis, maksudnya cukup dekat dengan kantor saya :-p Enaknya sih di kantor titip cue stick sendiri, jadi tiap hari pulang kantor bisa mampir latihan di sana…atau bisa ngabur dari kantor main dulu di sana :)) . Ada yang mau menemani saya kabur dari kantor main di Rax?