Razia Makanan Kalengan
Beberapa hari ini saya cukup bosan mendengar berita tentang penyitaan daging olahan dalam kemasan kalengan. Di beberapa daerah seperti misalnya Kupang, Yogyakarta, Balikpapan diberitakan dilakukan razia kepada sejumlah daging impor kalengan dan makanan-makanan lain seperti sirop dan biskuit. Razia disponsori oleh BPOM (Badan Pengawasan Obat & Makanan) dibantu aparat satpol PP. Ada juga yang melibatkan petugas dari dinas peternakan.
Hal yang menurut saya lucu adalah mereka menduga daging olahan tersebut berasal dari sapi yang terjangkit sapi gila. Hah…kok bisa tahu? Tahu darimana sapinya gila atau sapinya penyakitan? Penyakit kuku & mulut dan penyakit sapi gila biasanya sering disebut-sebut ketika razia dilakukan. Mungkin ada yang bisa beritahu saya bagaimana cara mendeteksi daging olahan dalam kaleng itu berasal dari sapi yang penyakitan? Yang lebih membuat saya mengernyitkan dahi adalah kenapa baru belakangan saja razia semacam ini dilakukan. Ada udang kah di balik batu? Atau ada yang utuh bahan makanan gratisan? Memang sih ada yang ramai-ramai membakar kornet tapi berapa sebanyak yang disita dan tidak diberitakan akan diapakan sitaannya.
Pikiran saya jadi negatif melihat banyaknya aksi serupa, jangan-jangan itu hanya akal-akalan sejumlah oknum yang butuh bahan makanan murah menyambut hari raya. Kok menjelang hari raya semua ramai-ramai razia makanan. kemarin-kemarin kemana Pak, kemana Bu? Kalau sudah curiga mengapa menunggu dan membiarkan barang terlanjut beredar di pasaran? Larang donk bahan makanan impor yang dicurigai untuk masuk Indonesia. Sudah terlanjur beredar, baru mereka keliling merazia pasar untuk mencari bahan makanan tadi.
Alasan apa yang mereka si perazia dapat berikan? Peduli kesehatan masyarakat? Omong kosong…kalau memang peduli harusnya di seluruh penjuru tanah air dilakukan hal yang sama. Tapi faktanya? Anda bisa lihat. Tidak semua pasar baik pasar tradisional dan pasar swalayan dirazia untuk mengamankan bahan makanan tadi. Toh semua barang impor seperti makanan kalengan tadi masuk Indonesia lewat pintu-pintu perdagangan yang sama. Ambil contoh kornet. Daging sapi olahan dalam kemasan kaleng ini banyak yang merupakan barang impor. Pegang saja importirnya..cek kemana saja kornet didistribusikan ke seluruh Indonesia. Kalau satu diduga berbahaya, BPOM harusnya mampu menarik semua kornet serupa dari seluruh pasar di Indonesia.
Mungkin saya yang terlalu cerewet mengomentari fenomena ini. Tapi ini hanya sekadar menyalurkan pendapat dari pikiran yang terus tergelitik menyaksikan berita yang sama berulang kali di media massa. Mudah-mudahan Anda paham dengan apa yang ada di pikiran saya ini; mudah-mudahan Anda bisa memahami mengapa saya bisa berpikir negatif seperti di atas.
Mencoba IBM Lotus Symphony
IBM belum lama ini merilis IBM Lotus Symphony. Lotus Symphony adalah “aplikasi kantoran”; seperti Microsoft Office. Di dalamnya ada aplikasi pengolah kata (word processor), spreadsheet, aplikasi presentasi. Lotus Symphony dapat didownload secara gratis di sini. Ada versi untuk Windows dan juga ada versi untuk Linux yang bisa Anda download di situsnya IBM tadi. Ukuran file installer IBM Lotus Symphony untuk Windows sekitar 136 MB.
Tadi saya mencoba aplikasi ini di komputer kantor (Pentium IV 1.7GHz, memori 256 MB) dan rasanya berat sekali Lotus Symphony ini. Nanti saya coba lagi di komputer pribadi saya di rumah. Sepertinya aplikasi ini membutukan spesifikasi hardware yang cukup tinggi. Berikut adalah screenshot dari Lotus Symphony Documents :
Puasa Kok Ribut
Dua berita yang membuat saya geleng-geleng pagi ini saat melihat berita di televisi. Yang pertama adalah berita tentang aksi anarkis Front Pembela Islam di Ciamis. Mereka melakukan sweeping terhadap warung makan dan minuman yang masih beroperasi di bulan puasa ini. Aksi ini diwarnai aksi anarkis dengan memecahkan kaca warung, memukuli warga yang tertangkap basah sedang berada di warung tersebut (kabarnya yang satu ini adalah preman yang kedapatan sedang teler). Terus terang saya kesal melihat aksi pengrusakan yang dilakukan grup ini.
Seorang rekan saya yang muslim pernah bercerita pada saya bahwa tidak makan dan minum selama bulan puasa adalah hanya sebagian kecil dari ibadah puasa yang sesungguhnya. Menurut rekan saya lagi, orang kadang lebih melihat puasa sebagai tidak makan dan tidak minum. Padahal jauh lebih banyak hal yang harus “dipuasakan” selama bulan puasa, mulai dari memuasakan pikiran dari hal-hal negatif, mengendalikan hawa nafsu, dll. Saya memang bukan orang yang berpuasa tapi saya sangat setuju dengan apa yang dikatakan teman saya. Ada juga slogan di masyrakat kita bahwa hormatilah orang yang berpuasa. Jangan makan minum di depan orang yang berpuasa. Bagaimana dengan sebaliknya? Mengapa orang yang berpuasa tidak menghormati orang yang tidak berpuasa? Ini saya dapat waktu melihat Tukul di televisi. Ada satu pernyataan Tukul yang bagus sekali menurut saya, katanya kita yang puasa justru harus menghormati yang tidak puasa. Mengapa mereka malah mengganggu orang yang sedang berdagang? Mungkin saja kan orang yang sedang berdagang makanan itu sedang berusaha mengumpulkan uang untuk Lebaran misalnya.
Menurut saya ibadah puasa tentu baru terasa kalau di saat orang makan minum di depan Anda tapi Anda tetap bertahan menjalankan ibadah tidak makan dan minum. Kalau Anda sebatas menahan makan minum, dan melarang orang-orang makan minum, melarang orang membuka warung karena takut mengganggu orang yang puasa, dimana arti puasanya? Orang yang melarat tidak punya uang sepeser pun sering melakukannya, tidak makan dan tidak minum karena memang tidak ada uang untuk membeli makanan. Kalau memang niatnya puasa, puluhan makanan dan minuman tersaji di depan mata Anda tentu tidak akan membatalkan niat Anda berpuasa. Tolong jangan bilang kalau saya bukan muslim maka saya tidak layak membicarakan hal ini….saya menuliskan ini dari sudut pandang hati nurani. Ada yang tidak “klik” dengan logika saya melihat aksi sweeping terhadap warung-warung makan.
Yang kedua adalah demo warga Pluit menentang pembangunan jalur busway yang melintas di Pluit. Kalau tidak salah ini adalah jalur busway koridor IX. Saya sekarang jadi sering heran melihat demo semacam ini. Minggu-minggu lalu juga ada demo serupa di daerah Pondok Indah. Warga Pondok Indah menentang pembangunan jalur busway yang melintasi kawasan Pondok Indah. Warga Pluit menolak busway alasannya karena akan menimbulkan kemacetan, kesemrawutan di daerahnya, lebih-lebih dikhawatirkan akan mengundang banjir. Warga Pondok Indah beralasan bahwa pembangunan jalur busway akan menghilangkan pepohonan yang ada di sepanjang jalan Pondok Indah. Kabarnya juga jalan raya Pondok Indah itu adalah jalur pribadi yang dibangun oleh pengembang wilayah tersebut yang kemudian dihibahkan kepada Pemda DKI Jakarta. Lucunya warga Pondok Indah mengklaim lebih dari 70% penghuni Pondok Indah adalah kaum ekspatriat yang notabene bukan termasuk calon konsumen busway…lucu kan? Pemerintah sekarang seperti kehilangan wibawa di depan masyarakatnya. Masyarakat yang katanya semakin demokratis menurut saya malah sedikit kebablasan, kesannya kok mereka eksklusif.
Firefox 2.0.0.7 (part 2)
Ups…setelah upgrade dari Firefox 2.0.0.3 ke Firefox 2.0.0.7 ada sedikit masalah dengan blog ini. Plugin Browser Sniff gagal mengenali Ubuntu Linux saya (hanya dikenal sebagai Pinguin doank
). Ini screenshot dari 2 komen sebelum dan sesudah upgrade Firefox :
Tapi wajar saja sih, Browser Sniff sebagai salah satu plugin Wordpress favorit saya kan dibuat sebelum Firefox 2.0.0.7 rilis. Mungkin nanti Mas Priyadi akan keluarkan update plugin buatannya ini. Wajar memang tapi sebel aja liat tampilan comment sendiri jadi tidak seperti biasanya.
Firefox 2.0.0.7
Dua hari yang lalu saya mendapat komentar di blog dari Mas Lilik tentang Firefox. Menurut Mas Lilik Firefox yang berjalan di Ubuntu saya sebaiknya di-upgrade dari versi 2.0.0.3 ke versi 2.0.0.7. Versi 2.0.0.3 katanya banyak lubang keamanannya. Baru sore ini saya meng-upgrade Firefox saya, padahal sudah dua hari yang lalu saya download source-nya Firefox (download di sini). Langkah-langkah untuk meng-upgrade Firefox yang ada di Ubuntu bisa dibaca di sini. Setelah semua tahap selesai restart Firefoxnya. Saat Firefox yang baru sudah muncul cek versinya di Help-About Mozilla Firefox….akan muncul jendela seperti ini :
SUDO Di Windows
Di lingkungan sistem operasi Linux maupun Unix ada perintah su atau sudo untuk menjalankan perintah sebagai user root. Misalnya, untuk mengubah konfigurasi IP kita harus login sebagai root. Bila kita login ke dalam sistem sebagai user biasa, kita juga bisa mengubah IP tanpa harus keluar dulu dan login kembali sebagai root; cukup jalankan perintah :
# sudo ifconfig eth0 192.168.1.6 netmask 255.255.255.0
Password :
Sistem akan meminta kita memasukkan password root. Dengan cara seperti ini kita tidak perlu logout dulu dan login kembali sebagai root untuk menjalankan sebuah program.
Di Windows, user yang sama fungsinya dengan root adalah Administrator. User Administrator adalah user dengan hak akses paling tinggi (dia memiliki akses untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan sistem). Salah satu yang bisa dikerjakan oleh Administrator adalah menginstal sebuah program. Selama ini jika ingin menginstal sebuah program ke dalam Windows, saya harus keluar dulu dan login kembali sebagai Administrator…rasanya merepotkan. Saya berpikir enak di Unix, bisa kerja sebagai user lain tanpa harus login ulang.
Tadi saya baru tahu setelah Googling bahwa perintah yang sama dengan sudo adalah runas. Misalnya saat login sebagai user biasa, kita ingin menginstal sebuah program dengan nama contoh.exe maka melalui command prompt kita bisa menginstal program tersebut. Perintahnya seperti ini :
E:\> runas /user:Administrator contoh.exe
Enter the password for Administrator:
Pada contoh di atas saya menjalankan instaler contoh.exe sebagai Administrator. Baik di Unix maupun Linux yang lebih penting adalah kita harus tahu dulu password Administratornya atau password root
Kalau tidak tahu, tidak ada gunanya kedua perintah tadi…he..he..he..
Kecelakaan Pesawat Di Phuket
Kemarin terjadi kecelakaan pesawat di Bandara Phuket Thailand. Pesawat dari maskapai One Two Go dengan nomor penerbangan OG 269 tersebut jatuh menghantam landasan pacu saat hendak mendarat (ada juga versi yang mengatakan pesawat tergelincir dari landasan pacu, masuk ke tanggul, sayapnya menghantam pohon, dan akhirnya badan pesawat terbelah dua lalu terbakar). Terakhir saya cek di Detik.com 88 orang tewas dalam kecelakaan tersebut, dari 88 yang tewas 55 adalah warga negara asing. Empat puluh dua dikabarkan selamat. Dari total penumpang 45 adalah warga negara Thailand, 78 penumpang lainnya adalah warga negara asing. Pesawat sendiri diawaki oleh 7 orang. Pesawat yang jatuh adalah jenis MD-82. Cuaca buruk saat kejadian diduga sebagai penyebab utama kecelakaan ini.
Pagi ini saya baru tahu dari Detik.com kalau ternyata pilot pesawat tersebut adalah orang Indonesia Letkol Purnawirawan Arief Mulyadi. Turut berduka cita bagi para keluarga korban kecelakaan pesawat ini.
DHCP Restart
Di rumah saya menggunakan Speedy. Kadang Ubuntu saya sering susah mendapat IP DHCP..entah kenapa padahal sudah dapat PPP. Biasanya kalau sudah begitu saya restart modemnya dan kalau masih belum dapat IP saya restart juga servis dhcpnya. Di Ubuntu saya menggunakan perintah ini untuk mereset servis networking supaya Linux saya segera mendapat IP :
# sudo /etc/init.d/networking restartatau ini :
# sudo /etc/init.d/networking force-reload
Biasanya sukses langsung dapat IP begitu perintah ini dijalankan. Kalau saya menggunakan Windows, cepat sekali dapat IPnya (asumsi PPP sudah dapat - kelihatan dari lampu WAN di modem ADSL saya sudah menyala). Kenapa ya Ubuntu sering begitu?
Tentang Wimode
Pintarnya Bakrie Telecom mengemas produknya. Tulisan ini gara-gara banyak orang menanyakan pada saya apa sih Wimode? Sekencang apakah Wimode? Apa Wimode itu HSDPA? Kencang mana sama 3G?
Wimode adalah salah satu produk Bakrie Telecom. Wimode adalah layanan internet via jaringan CDMA. Sebenarnya tidak ada beda koneksi internet Wimode dengan Esia (ponsel CDMA yang menggunakan ESIA sebagai providernya). Orang sering salah sangka kalau Wimode menggunakan teknologi yang lain. Padahal Wimode sendiri adalah layanan internet melalui jaringan telekomunikasi CDMA.
Jadi yang sudah punya ponsel CDMA saya rasa lebih baik mencoba menggunakannya sebagai modem daripada harus membeli lagi Wimode. Tulisan saya tentang Internet Via Handphone CDMA bisa Anda jadikan panduan untuk berinternet dengan ponsel CDMA.
Kembali lagi ke masalah pintarnya Bakrie Telecom (singkat BT aja ya…cape ngetiknya), yang saya sebut di atas, contoh lainnya adalah Wifone. Wifone adalah produk lain dari BT yang diposisikan sebagai telepon rumah instan. Dalam iklannya beli pesawat Wifone, langsung kring. Mungkin ada ribuan orang yang “terkecoh” dengan Wifone. Ketika tahu bahwa Wifone adalah produknya BT, ah saya langsung berpikir bahwa Wifone adalah Esia yang diberi kemasan pesawat telepon rumahan — itu loh pesawat telepon ada handled device dan ada desktop device-nya….ha..ha..ha..jadi ngakak sendiri bikin istilah ini
apa ya istilah tepatnya untuk pesawat telepon yang dipakai di rumah itu?
Dari awal CDMA berkembang di Indonesia, pesawat telepon bentuk rumahan juga banyak dipakai. Telkom Flexi misalnya, dipasarkan juga dalam bentuk pesawat telepon rumah. Yang menarik di sini adalah terobosan yang dibuat BT dengan mengenalkan produk yang sudah ada dengan nama lain. Mungkin respon pasar tidak akan seramai ini kalau BT memperkenalkan Esia dengan pesawat telepon rumahan. Orang kebanyakan mungkin tahunya Esia adalah SIM Card untuk ponsel CDMA. Tapi dengan mengemasnya sebagai telepon bentuk lain respon pasar akan menjadi berbeda. Apalagi kecenderungan masyarakat yang konsumtif akan cenderung menanti-nanti produk teknologi teranyar.
Baik Wifone atau Wimode sama-sama memaksa konsumen untuk membeli perangkat dan layanan dalam 1 atap. BT menyediakan perangkat yang sudah dilengkapi dengan servisnya (layanan telepon atau internetnya). Nah sekarang masalahnya kembali ke konsumen. Tinggal pilih mana pilih provider sendiri atau beli yang sudah bundled seperti itu?
Terimakasih Untuk Yang Puasa
Sudah dua hari saya selalu pulang cepat dari kantor. HRD di kantor saya memberlakukan aturan jam kerja baru spesial di bulan puasa ini. Yang tadinya masuk pukul 8.00 sekarang masuk pukul 07.30; yang biasanya pulang pukul 17.00 sekarang bisa pulang pukul 16.00. He..he..he…enak euy pulang cepat
. Jam setengah 5an sore saya sudah bisa di rumah lagi. Biasanya paling tidak jam setengah 7 baru tiba di rumah. Biasanya sampai rumah langit sudah gelap sekarang masih terang sudah sampai rumah. Pokoknya enak lah….
Terimakasih kepada kalian yang berpuasa…berkat kalian saya merasakan enaknya pulang kantor lebih awal ![]()






