Email Aneh-Aneh

Banyak orang senang sekali memiliki email dengan alamat yang “unik”. Unik di sini artinya sulit dibaca, apalagi untuk dihafal. Biasanya email dengan alamat yang unik ini dibuat di layanan email gratis semacam Yahoo, Hotmail, dll. Lihat saja contoh-contoh email berikut ini :

  • blue_dolphine_9@.....
  • ad_17_ya_s@.....
  • m4rtin_yp@.....
  • vynquinist16@.....
  • hadi_4_ever@.....

Mohon maaf kepada pemilik email-email di atas karena emailnya saya pakai sebagai contoh. Email kalian “unik” sih jadi cocok sekali dijadikan contoh :))

Paling tidak ada 2 alasan mengapa orang menggunakan alamat email yang “unik” :

  1. Email yang sesuai nama pemiliknya sudah dipakai orang lain. Ini yang kadang sulit dihindari. Berjuta-juta orang menggunakan layanan email gratisan. Maka tidak heran kemungkinan alamat email yang kita inginkan sudah dipakai orang lain. Lain ceritanya kalau email yang dipakai adalah layanan berbayar atau dikelola sendiri.
  2. Baru kenal internet, jadi norak saat mendaftarkan emailnya. Sepertinya ada hubungan (langsung atau tidak) antara “jam terbang” seseorang memakai internet dengan pemilihan alamat email pribadinya. Jadi tidak hanya yang baru kenal saja yang kadang-kadang memilih email yang lucu-lucu, tapi orang-orang yang jarang pula memakai internet. Dulu pun waktu awal-awal kenal internet saya dibuatkan email oleh teman saya, saya minta alamat email yang aneh-aneh (apa ya kok jadi lupa).

Menurut logika saya, email yang baik adalah email yang mudah diingat orang lain. Karena orang lain kan yang akan mengirim email kepada kita; bukan untuk kita kirimi sendiri kan? Bayangkan kalau email kita sedemikian uniknya sampai-sampai orang susah menyebutkannya; harus dieja huruf perhuruf waduh kapan kirim emailnya….berlebihan ya…he..he..he…

Di perusahaan-perusahaan multinasional rata-rata format alamat email sudah distandarkan, biasanya disamakan dengan nama karyawan pengguna emailnya. Saya tahu hal ini dari alamat-alamat email rekan-rekan saya. Gampang distandarkan karena email dibuatkan oleh departemen IT di kantor. Bayangkan kacau sekali jadinya kalau tiap orang dibebaskan memilih sendiri alamat emailnya. Apalagi kalau ada orang-orang “berjiwa seni tinggi”, alias suka neko-neko.

Kalaupun kita masih menggunakan email gratisan, apa salahnya kita mereduksi “tingkat keunikan” alamat email kita? Paling tidak kita bisa meringankan pikiran orang lain saat mengingat-ingat alamat email kita. Sedikit tips memilih email gratisan yang berjibun peminatnya seperti YahooMail :

  • Cantumkan nama panggilan kita. Ini yang paling penting menurut saya.
  • Kalau nama saja sudah ada yang pakai, tambahkan saja ciri unik kita. Misalnya : tedy_gendut itu lebih gampang diingat orang daripada tedy010807…=))
  • Usahakan sesedikit mungkin menggunakan tanda baca.

Sekadar tips loh...kalau Anda memang berjiwa seni tinggi ya silakan-silakan saja buat email dengan alamat yang “unik”. Ngomong-ngomong dari tadi saya selalu bolak-balik memiringkan penulisan kata “email “. Padahal saya tahu terjemahannya ke dalam Bahasa Indonesia; “email” = “surat elektronik”. 🙂