Firefox Vs. Opera

Dua web browser alternatif selain Internet Explorer adalah Mozilla Firefox dan Opera. Hari ini saya tanpa sengaja melihat-lihat kedua website masing-masing web browser tersebut. Lihat potongan gambar website Firefox dan Opera di bawah ini.
opera_firefox2

Saya baru sadar kalau keduanya mengklaim sebagai web browser yang telah memenangkan penghargaan. Setelah saya perhatikan kembali, ada beberapa persamaan dari iklan kedua web browser tersebut. Paling tidak ada 3 hal yang diangkat di sana, kurang lebihnya seperti berikut ini :

  • Sama-sama mengklaim produknya sebagai web browser yang telah memenangkan penghargaan. Opera mendapat penghargaan The Best Web Browser versi PC World tahun 2004. Firefox mendapat penghargaan PC Magazine Editor Choice Oktober 2006, CNET Editor Choice Oktober 2006, dan CNET Webware 100 tahun 2007.
  • Sama-sama mengklaim sebagai web browser yang cepat kerjanya. Firefox lebih rendah hati dengan mengatakan dirinya “faster” (lebih cepat). Opera mengklaim dirinya “fastest” (paling cepat performanya). Seingat saya dulu pernah ada artikel yang membuktikan bahwa Firefox lebih cepat membuka halaman web daripada Opera. Sayang saya lupa URLnya.
  • Sama-sama mengklaim sebagai web browser yang aman. Firefox menulis bahwa browsernya “safer” (lebih aman), sementara Opera mengganggap dirinya “most secure” (paling aman). Setelah bertanya sana-sini termasuk buka kamus, saya lihat keduanya (safer dan most secure) menggunakan pendekatan yang berbeda. Safe dan secure punya arti berlainan, meskipun keduanya serupa. Mungkin ini salah satu strategi supaya tidak dibanding-bandingkan secara frontal satu sama lain. Bahaya juga kalau yang satu bilang safer lalu yang lain bilang safest…bisa dianggap yang satu menyerang produk lain.
  • Sama-sama menganggap web browser-nya “hebat”. Firefox mengatakan dirinya “very customizable” (mudah disesuaikan tampilan & fiturnya). Firefox menyediakan banyak pilihan themes, plugins, extension yang bisa dipilih sesuai kebutuhan penggunanya. Opera menganggap dirinya “coolest” (paling keren). Dalam hal ini sepertinya Firefox lebih jelas dalam mendefinisikan kehebatannya. Mengatakan browser-nya lebih mudah disesuaikan tentu lebih mudah dimengerti orang, lebih mudah diukur daripada sekadar “paling keren” kan?

Dilihat dari iklan kedua web browser tadi, aspek emosional pengguna menjadi target iklan dan tagline yang digunakan. Meminjam istilahnya Hermawan Kertajaya, dunia marketing saat ini sudah masuk era “marketing in Venus”. Memasarkan produk seperti di dunia Venus (Venus adalah gambaran dari wanita); sementara kita tahu wanita kebanyakan memilih produk, membeli produk lebih karena pertimbangan emosional. Nah rupanya pemasaran software (meskipun Firefox dan Opera adalah gratisan) juga menggunakan kaedah yang sama; memasukkan juga aspek-aspek emosional dalam iklannya (pernah dapat penghargaan, paling keren, paling mudah dipakai, paling mudah disesuaikan dengan selera).

Saya sendiri lebih sering menggunakan Firefox sebagai web browser, bagaimana dengan Anda?

Eh katanya web browser itu kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesianya menjadi “perambah internet”….apa enak ya pake istilah itu?

Menikmati Hujan

Dari pukul sebelas siang ini Jakarta (atau tepatnya tempat tinggal saya) diguyur hujan. Entah bagaimana situasi di kawasan lain Jakarta, tapi kemungkinan besar hujan juga. BMG kabarnya memang sudah meramalkan siang hari ini akan turun hujan di seputaran Jakarta. Tadi awalnya cuma gerimis kecil, tapi lama-lama hujan semakin lebat. Memang tidak sampai deras seperti ketika Februari lalu saat hujan terus-menerus dan memicu banjir di Jakarta. Hari ini saya cuti (bos saya ngomel karena saya minta cutinya mendadak sekali :-p ), makanya saya bisa menikmati hujan siang ini. Sekitar pukul sebelas saya keluar ke teras, menikmat hawa udara gerimis yang cukup “segar”. Cukup “segar” maksudnya kalau dibandingkan dengan hawa Jakarta pada hari-hari biasanya. Udara siang ini pun jadi sejuk. Kalau saya menikmati hujan ini mungkin ratusan orang di luar sana sedang mengomel-omel karena hujan mengganggu aktivitasnya. Saat hujan semakin lebat saya pun masuk lagi ke rumah karena percikan air di teras sudah mulai mengenai saya.

Update : eh ternyata benar hujan siang ini membuat Jakarta terganggu gerak kehidupannya. Barusan saya membaca Detik.com diberitakan Jl. Thamrin digenangi air setinggi kurang lebih 50cm. Belum lagi katanya puluhan motor mogok akibat genangan ari dan memacetkan daerah Kebon Jeruk.