Tiga Ancaman Bom Hari Ini

Hari ini saya membaca 3 berita serupa di Detik.com, semua bercerita soal ancaman bom di Jakarta. Yang pertama saya baca adalah ancaman bom yang diterima oleh radio Elshinta. Yang kedua adalah ancaman bom kepada Kedutaan Besar Amerika. Dan yang ketiga adalah ancaman bom kepada kedutaan besar Denmark. Ancaman bom kepada 2 kedutaan besar tersebut diterima oleh Traffic Management Center Polda Metro Jaya melalui layanan SMSnya di nomor 1717.

Mudah-mudahan ini cuma lelucon konyol semata. Banyak orang iseng di negri ini kan? Beberapa hari lalu ada juga orang iseng (atau tepatnya gila) yang menggergaji rel kereta di daerah Jawa Tengah. Akibatnya kereta api Gumarang mengalami kecelakaan, beberapa gerbongnya terguling. Kalau menggergaji rel saja ada yang berani melakukan, apalagi cuma mengirimkan SMS ke 1717. Kemungkinannya cukup besar ada orang yang iseng mengirimkan ancaman palsu ini. Tapi saya berharap kepolisian tidak lantas mengabaikan ancaman-ancaman berikutnya karena terlalu sering diisengi dengan lelucon semacam ini.

Spam Di Yahoo Messenger

Dulu saya pernah tulis soal banyaknya spam di Yahoo Mail dan Gmail, sekarang saya malah sering kedatangan spam via Yahoo Messenger. Hampir tiap hari ketika pertama kali menghidupkan Yahoo Messenger pasti ada saja offline message yang isinya spam. Lihat screenshot yang saya ambil pagi ini :

ym-spam

Frekuensi spam di YM memang tidak sebanyak spam melalui email. Belakangan saya amati jumlah spam yang sukses masuk ke inbox email saya lebih banyak masuk ke inbox-nya Yahoo daripada inbox-nya Gmail. Dan sepertinya fasilitas report spam di Gmail lebih berguna daripada yang ada dalam Yahoo Mail.

Ada yang sering kedatangan offline message berupa spam juga? Atau ada yang tahu bagaimana cara memblokirnya?

Sepinya Sudirman Pagi Ini

Pagi ini saya melintas di Jl Jend Soedirman dari arah Semanggi dan mendapati jalanan cukup lengang. Saat itu kurang lebih pukul 7 pagi. Hampir tiap pagi saya melewati jalur ini dan hampir tiap pagi pula saya mendapati keramaian di sepanjang Sudirman. Yang pertama adalah pertemuan arus kendaraan dari jalur atas dan bawah jembatan Semanggi. Tepatnya di depan gedung BRI. Biasanya di situ lalu lintas sedikit tersendat karena jalanan yang menyempit dan tidak sedikit kendaraan yang ingin memotong untuk masuk ke gedung BRI. Titik kepadatan lain adalah sekitar bawah layang Casablanca (dekat halte busway Karet). Di sini lalu lintas tiap pagi biasanya dipadati angkutan umum dari Metromini, Kopaja, sampai bus kota yang mengurangi kecepatan bahkan berenti untuk menaik-turunkan penumpang.

Pagi ini dari Semanggi sampai kantor saya (daerah Dukuh Atas) lancar sekali. Tidak ada kepadatan lalu lintas sama sekali, padahal jam sudah hampir menunjukkan pukul 7 pagi. Hmm…pikiran saya langsung ingat dengan libur besok. Apa gara-gara besok libur? Long weekend kan salah satu hal yang paling dinanti para karyawan di Jakarta ;)) . Jangan-jangan karena Jumat libur, banyak orang yang cuti masuk kantor untuk memperpanjang libur akhir pekannya besok ..he..he.. atau dengan kata lain mencuri start libur =)). Saya juga senang dengan libur di hari Jumat, akhir pekan rasanya lebih panjang. Yang menyebalkan kalau tanggal merah di hari Sabtu seperti minggu lalu. Rasanya sia-sia saja, karena merah atau tidak kalendernya tetap saja Sabtu memang kantor libur. Dipikir-pikir mirip dengan anak sekolahan juga ya; mikirnya kapan libur kapan libur :-p.

Selamat libur dulu deh untuk semua warga Jakarta, baik yang “mencuri start” libur hari ini maupun yang masih masuk kantor seperti saya :)) .

Kembali Menulis

Ha…saya kembali lagi menulis sejak tulisan saya terakhir Minggu 12 Agustus lalu. Kali ini gara-gara sakit kepala sampai-sampai tidak ada tulisan dalam 3 hari terakhir. Minggu sore sepulang latihan biliar, kepala saya sakit sekali. Awalnya saya pikir gara-gara kelelahan main dari pagi. Tapi ternyata tidak, setelah istirahat pun kepala saya malah tambah sakit. Senin saya terpaksa tidak masuk kantor. Hari Selasa saya paksakan masuk kantor, tapi rasanya menyiksa masuk kerja dengan kepala sakit sekali.

Dari hari Minggu saya sudah minum 3 macam obat mulai dari Paramex, Panadol, sampai Analsik. Semuanya tetap saja tidak mengurangi rasa sakit di kepala ini. Lucunya Selasa siang saya iseng minum Bodrex Flu & Batuk…eh berkurang sakitnya. Sore saya minum lagi 1 pil dan benar kepala saya jadi enteng lagi. Malamnya saya pun bisa main biliar lagi 😀 . Setelah saya baca kemasannya, ternyata Bodrex dan Panadol sama-sama mengandung Paracetamol 500 mg.

Paracetamol menurut Wiki adalah obat pereda rasa sakit seperti misalnya sakit kepala, sakit gigi, demam, dll. Paracetamol termasuk ke dalam jenis Analgesic (pereda rasa nyeri). Tapi saya juga heran mengapa hanya 1 merek yang terasa efeknya padahal keduanya sama-sama mengandung Paracetamol? Apa karena sebenarnya saya sudah relatif sembuh ya sehingga efek obat lebih manjur?