Mencoba Ber-“Safari”

Safari adalah nama web browser buatan Apple yang digunakan dalam sistem operasi Mac OS X. Beberapa waktu lalu Apple meluncurkan Safari versi Windows. Apple mengklaim browser buatannya adalah browser yang mampu bekerja lebih cepat daripada browser-browser lain yang ada sekarang (Opera, IE, Firefox, dll). Tadi saya mencoba mendownload dan memasang Safari di Windows XP. Setelah Safari terinstal saya mencoba menggunakannya untuk membuka blog ini. Sebelumnya saya ingin mengatur dulu proxy sebelum mencoba Safari. Tapi ternyata menu pengaturan proxy tidak dapat digunakan (tidak bisa diklik). Lihat tampilan berikut ini :

proxies on safari

Dengan kata lain saya tidak bisa menggunakan Safari jika sedang berada dalam jaringan yang menggunakan proxy. Padahal saya sekarang sedang berada di kantor yang menggunakan proxy. Akhirnya saya coba saja membuka blog ini tanpa mengatur proxynya terlebih dulu. Saya pikir browser ini tidak akan bisa menampilkan halaman web. Eh tapi ternyata setelah beberapa saat, browser bisa menangkap alamat blog saya. Tapi setelah cukup lama halaman blog saya tidak kunjung keluar. Lihat tampilan Safari saat mencoba blog saya ini :

safari

Saya pun segera membuka Google mencari tahu sebabnya. Ternyata memang benar Safari versi Windows tidak menyertakan menu pengaturan proxy di dalamnya. Informasi lain yang saya dapat adalah ternyata Safari membaca pengaturan proxy yang ada di dalam Internet Explorer-nya Windows. Karena tidak pernah menggunakan IE untuk internetan, sebelumnya saya tidak pernah mengatur proxy di dalam IE. Setelah saya mengatur dulu proxy di dalam IE, barulah Safari bisa digunakan. Tapi kok rasa-rasanya masih lebih cepat Firefox kecepatan browsing internetnya. Entah lah. Nanti saya coba lagi dengan koneksi internet di rumah, karena koneksi internet yang saya gunakan di rumah tidak memerlukan pengaturan proxy terlebih dulu.

Tedy Dengan 1 “D” dan 1″Y”

Di banyak kesempatan saya melihat orang salah menuliskan nama saya. Yang cukup sering terjadi adalah kesalahan menuliskan “tedy” menjadi “teddy” (salah satu contohnya ini 😀 ). Ini belum seberapa, yang paling parah adalah kalau orang menuliskan nama saya menjadi “tedi”. Di salah satu milis yang saya ikuti pun, banyak orang yang menyebut (menulis) nama saya menjadi “teddy”. Ini lucu, karena mereka tahu alamat email saya. Di alamat email saya jelas mengandung kata “tedy” kok mereka bisa juga salah. Pernah juga saya mendaftar sebuah acara dan diminta mengisi formulir pendaftaran. Saya isi dengan benar nama saya di formulir tersebut. Tapi eh ternyata setelah daftar peserta keluar nama saya ditulis “teddy”. Biasanya saya berseloroh kalau “tedy” yang “d”nya dua itu “teddy bear” =))

Saya termasuk orang yang memperhatikan betul masalah penulisan nama seseorang. Misalnya ketika bertukar nomor handphone dan akan menyimpannya ke dalam memori, sekiranya nama orang tsb memiliki beberapa kemungkinan penulisan saya pasti akan konfirmasi dulu sebelumnya. Contoh nama yaang punya beberapa kemungkinan penulisan :

  • Nama yang diakhiri dengan bunyi “i” misalnya : “budi”, “rudi”, “joni”. Saya pasti bertanya, pakai “i” atau pakai “y”. Karena mungkin saja penulisan namanya bukan seperti itu tapi seperti ini : “budy”, “rudy”, “jony”.
  • Nama yang mengandung bunyi “h” di tengah-tengah; misalnya : “ahmad”, “rahmat”. Dua contoh nama tersebut punya banyak variasi penulisan; misalnya ditulis seperti ini : “akhmad”, “rakhmat”, “rachmad”.
  • Nama yang diawali suku kata “su”; mislanya “sugi, sumaryadi”, “sutrisno”. Ini penting jangan-jangan yang bersangkutan masih menggunakan ejaan lama : “soegi”, “soemaryadi”, “soetrisno”.

Di antara contoh-contoh di atas, yang paling sering terjadi adalah penulisan nama dengan akhiran “i” atau “y”. Ini yang paling banyak terjadi, karena mungkin banyak nama orang yang diakhiri dengan bunyi “i”. Jadi menurut saya, hal yang mungkin bagi banyak orang dianggap sepele ini adalah suatu hal yang penting. Bahkan menurut saya, menuliskan nama orang dengan benar adalah bentuk penghargaan kepada orang tersebut.

UPDATE : nama belakang saya juga susah untuk ditulis dengan benar oleh orang lain. Makanya kalau ada yang menanyakan nama lengkap saya saya selalu bilang : ” Tedy Tirtawidjaja, pake 1 d, pake y, widjajanya pake ejaan lama dja-ja” 😀