Boot Loader di Windows

Boot loader adalah sebuah program kecil dalam komputer yang dipakai untuk mengenali sistem operasi yang ada di dalam komputer. Ketika komputer dinyalakan yang terjadi adalah proses booting, salah satu sekuen yang terjadi adalah boot loader mengenali adanya sistem operasi dan membawanya (loading – apa ya terjemahan yang bagus untuk loading?) ke dalam memori. Tanpa adanya boot loader, sistem operasi tidak dapat digunakan, karena di dalam memori tidak ada sistem operasi. Semua sistem operasi rata-rata disimpan di dalam harddisk.

Boot loader di Linux yang paling umum adalah LILO atau GRUB (saya tidak tahu apa ada yang lain 🙂 ). Windows memiliki NTLDR sebagai boot loader-nya. Untuk dapat beroperasi NTLDR memerlukan file boot.ini (file ini menyimpan konfigurasi sistem operasi yang ada di dalam harddisk).

Dulu saya sering sekali menginstal Linux di dalam komputer yang berisi Windows. Rata-rata distro Linux yang saya instal mengenali adanya Windows, sehingga dalam menu GRUB/LILO selalu ditampilkan pilihan untuk menggunakan sistem operasi Windows daripada Linux. Dengan begitu saya jadi mudah memilih mana sistem operasi yang ingin saya gunakan.

Saya juga pernah menginstal Windows ke dalam komputer yang sudah berisi Linux. Windows tidak semerta-merta mengenali adanya Linux dalam komputer tersebut. Akibatnya setelah Windows terinstal dengan baik, kita tidak bisa masuk ke dalam Linux (tidak ada menu pilihannya). Biasanya kalau ini terjadi, saya akan boot lagi Linuxnya dengan CD instalasinya untuk kemudian menginstal ulang boot loadernya, baik LILO maupun GRUB.

Hari ini saya iseng browsing ingin mencari tahu apakah ada cara lain untuk memudahkan kita menginstal Windows tanpa menghilangkan akses ke dalam Linux yang sudah ada. Beberapa waktu browsing saya menemukan link ini. Saya lalu melakukan sedikit percobaan untuk membuktikan cara yang diajarkan di situs yang saya dapat tadi. Komputer saya saat ini hanya berisi Ubuntu Linux. Langkah-langkah eksperimennya kira-kira seperti ini :

  1. Jalankan perintah ini pada terminal :
    # dd if=/dev/sda1 of=/bootsect.lnx bs=512 count=1
    Perintah ini akan menghasilkan file bootsect.lnx di dalam direktori root. /dev/sda1 adalah direktori /boot Ubuntu saya.
  2. Copy file bootsect.lnx ke dalam flash disk.
  3. Saya buat partisi baru di dalam Ubuntu saya, lalu saya instal Windows XP ke dalamnya. Setelah Windows sudah selesai diinstal, saya sekarang tidak bisa lagi masuk ke Ubuntu. Setelah restart, sistem akan langsung masuk ke dalam Windows XP tanpa ada pilihan apapun.
  4. Di dalam Windows, saya copy file bootsect.lnx dari flash disk tadi ke partisinya sistem (C:\).
  5. Saya perlu mengubah file boot.ini dengan menambahkan baris berikut ini :
    c:\bootsect.lnx="Linux". Setelah sedikit diubah, file boot.ini sekarang isinya seperti ini :
    [boot loader]

    timeout=30
    default=multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(2)\WINDOWS
    [operating systems]
    multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(2)\WINDOWS="Microsoft Windows XP
    Professional" /noexecute=optin /fastdetect

    c:\bootsect.lnx="Linux"
    Sedikit catatan, file boot.ini adalah file read-only. Kita perlu mengubah atributnya terlebih dulu menjadi read-write supaya bisa dimodifikasi.
  6. Restart komputer dan lihat hasilnya, Windows akan menampilkan pilihan untuk masuk ke dalam Linux atau langsung masuk ke dalam Windows. 😀

Just For Smile

Sore ini diberi link lucu-lucu dari Jesie. Website http://www.txt2pic.com/ adalah website untuk membuat gambar-gambar lucu. Iseng-iseng saya membuat gambar berikut ini (sekadar untuk lucu-lucuan sore ini =)) ) :

konfusius

Update : gambarnya sudah saya edit seperti tampilan baru di atas 😀

Solaris & Linux

Komputer saya diisi oleh Ubuntu 7.04. Tadi sore saya iseng ingin memasang Solaris 10 versi x86 ke dalam komputer saya. Saya pernah menulis tentang Solaris 10 x86 di sini. Niatnya saya buat double boot Solaris bersama dengan Ubuntu. Ternyata saya baru tahu Solaris tidak bisa diinstal ke dalam harddisk yang mengadung file system-nya Linux (ext 3). Kecewa nih :(..eksklusif sekali Solaris ini. Jadi kalau mau main-main dengan Solaris ini paling saya harus menjalankannya di VMware, tapi itu pasti akan lebih lambat dibandingkan bila diinstal langsung ke dalam harddisk.

Gempa Jakarta Pagi Ini

Pagi ini sekitar pukul 00.00 saya mendengar penyiar radio Sonora FM 92 Jakarta mengabarkan studio mereka bergoyang akibat gempa. Saya yang hampir tidur jadi terjaga, mencoba merasakan apakah ada gempa. Tapi saya tidak merasakan apa-apa. Tidak lama penyiar yang sama memberitakan informasi baru dari BMG bahwa memang benar telah terjadi gempa bumi. Gempa ini terjadi di 75 km arah barat laut dari kota Indramayu dengan kekuatan 7 skala Richter pada pukul 00:04:58. Ukuran yang cukup besar untuk gempa bumi. Katanya Cirebon dan Bandung juga merasakan gempa yang sama. Hmm..mudah-mudahan tidak ada kerusakan dan korban akibat gempa ini.

Update :

Pusat gempa berada pada kedalaman 275km di bawah muka bumi. Inilah yang menyebabkan cakupan daerah yang merasakan getaran sangat luas. Sebagian wilayah Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, bahkan beberapa tempat di Bali juga merasakan efek gempa ini. Menurut staf BMG, gempa yang bisa dirasakan dalam radius yang jauh ini merupakan salah satu bukti bahwa sumber gempa berada pada jarak cukup dalam. Selain itu, gempa semacam ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Mengenai adanya gempa susulan, BMG tidak bisa memprediksi karena posisi Indonesia yang memang berada pada pertemuan beberapa lempeng tektonik. Jadi kemungkinan terjadi gempa memang besar, karena lempeng-lempeng bumi tersebut terus bergerak selama bumi ini masih berputar.

Statistik Blog Lama

Saya cukup senang, blog lama saya di WordPress.com masih saja ramai dibaca orang. Perharinya masih ada saja orang yang mau membaca blog itu sampai 50 pengunjung lebih perharinya. Tidak sebanyak blognya para seleb blog sih. Hari ini saya melihat statistiknya seperti berikut ini :

stat-wp-lama

Sejak 21 Juli lalu saya mulai menulis di blog baru ini. Tapi, mudah-mudahan banyak artikel di blog lama saya yang bisa jadi informasi bagi orang yang membaca blog saya itu. Blog baru dengan domain saya ini, sebenarnya adalah lanjutan dari blog yang dulu. Saya sendiri masih belum tahu core utama apa yang akan saya jadikan panduan menulis di blog baru ini. Pokoknya sekarang yang penting menulis. Mungkin tidak ada topik yang pasti, semuanya campur-campur mulai dari pengalaman pribadi, pandangan saya tentangkeadaan sosial, sharing ilmu pengetahuan, dll.