Jerman (part 13) – Tentang Batere

Waktu pertama membeli Nikon Coolpix, saya mendapat batere Energizer Lithium (termasuk dalam paket penjualan Nikon). Betere AA keluaran Energizer itu diklaim bisa digunakan pada Nikon Coolpix L14 sampai 1000 kali foto. Ternyata benar batere itu bisa dipakai sampai lebih dari 1000 kali foto. Saya sudah pakai batere bawaan Nikon itu selama lebih kurang 1 minggu dan baru saya ganti ketika hari Sabtu lalu tiba di Kuala Lumpur.

Sebelum berangkat saya menyempatkan diri membeli sepasang batere AA Energizer Lithium lagi di Hero Mal Citraland. Batere itu baru saya pasangkan Sabtu lalu. Tadi pagi baterenya habis, saya hitung ternyata sudah lebih dari 1000 foto saya ambil dengan Nikon yang dicatu dayanya oleh dua buah benda kecil seperti ini :

batere

Harga memang berbanding lurus dengan kualitas. Sepasang batere AA Energizer Lithium ini harganya di Jakarta sekitar Rp55000,-. Saya puas sekali menggunakan batere jenis ini.

Sebenarnya saya pun sudah membawa batere isi ulang (rechargeable) merek Sanyo Eneloop. Di Jakarta sudah saya full charge kedua batere ini. Entah mengapa tadi pagi batere ini tidak bertahan lama. Batere ini saya gunakan setelah makan pagi dan belum jam 11 batere ini sudah kosong. Padahal saya hanya sedikit memotret. Apa karena kelamaan tidak digunakan ya? Nanti saya update ceritanya setelah beberapa hari. Siang tadi batere Sanyo ini sudah saya recharge lagi, kita lihat akan tahan berapa kali shoot sampai batere ini minta diisi ulang kembali.

Jerman (part 12) – Liputan Kuliner

Ini adalah cerita lengkap saya tentang makanan-makanan apa saja yang sudah saya makan selama di Jerman. Berikut kumpulan foto-fotonya :

Ini keterangan foto-foto di atas :

  1. Makan di restoran Timur Tengah di stasiun kereta utama Frankfurt. Saya pilih menu nasi dengan ayam. Ayamnya super besar (ayamnya bule mungkin jadi besar juga 😀 ). Rasanya = gak enak.
  2. Sampai di Paderborn Minggu malam saya dan Pak Rully makan malam di restoran Burger Point. Saya pesan beef burger. Lumayan lah rasanya.
  3. Itu gambar foto menu sarapan pagi saya di hotel tiap hari. Sudah pernah saya bahas di postingan sebelumnya.
  4. Menu makan siang pertama saya di kantinnya Fujitsu Siemens Computer. Steak dada ayam. Rasanya tidak seenak tampangnya, lain di mata lain di lidah. Dimakan bersama kentang goreng yang dipotong kecil-kecil (bisa juga pesan meshed potato). Minumnya Coca Cola.
  5. Hari Selasa saya makan siang dengan menu “vegetarian cutlet with herb sauce” (foto 5 bagian kanan). Rasanya seperti perkedel kentang di Indonesia. Cuma ini lebih banyak rasanya, mungkin karena lebih banyak macam sayuran nya. Sosis babi tuh yang sebelah kiri (akhirnya makan babi juga di Jerman :(( ) campur kentang goreng lagi. Kurang banyak, saya ambil lagi roti Perancis bulat yang dijamin bikin kenyang. Minumnya Granini jus jeruk.
  6. Hari Rabu saya makan sosis daging burung (entah burung apa….katanya daging dari sejenis burung tapi bukan ayam). Lagi-lagi dimakan dengan kentang goreng. Menunya itu saja plus ice cream, snack (KitKat), & ambil permen juga. Minumnya Granini jus apel.
  7. Hari Kamis menu yang saya ambil terlalu besar porsinya. Babi lagi euy…kali ini daging babi cincang dibuat semacam bakso tapi bentuknya bulat pipih. Ditambah kentang goreng lagi. Saya pesan spagheti tapi liat porsinya besar (gak abis tuh :-p ). Benar-benar kekenyangan. Minumnya Coca Cola lagi.
  8. Kamis malam saya balik lagi ke restoran Burger Point. Kali ini idenya Manggar beli chicken wings. Ternyata enak betul sayap ayam gorengnya. Mungkin karena beberapa hari ini makan makanan yang flat saja rasanya, jadi makan sayap goreng yang spicy ini terasa enak sekali. Beli chicken wing yang porsi isi 6 sayap, plus kentang goreng (di sini kentang goreng disebut “pommens” kalau tidak salah). Gila ya di sini masa minta saus tomat saja dikenakan biaya 0.3 euro.

Dari 8 menu di atas yang paling cocok dengan lidah saya cuma sayap ayam goreng dan kentang gorengnya Burger Point. Makanan yang lain bisa masuk ke perut saya tapi tidak berbekas (alias tidak mak nyuss ;)) pinjam istilahnya Bondan Winarno). Beberapa yang unik di sini antara lain : bubuk lada tidak terasa pedas, sambal kering pun tidak terasa pedas walaupun saya sudah makan cukup banyak.