Pembatas Jalan Otomatis

Ketika training di Paderborn Jerman awal bulan ini, saya cukup heran dengan tiang pembatas jalan seperti di gambar berikut ini :

Tiang pembatas ini awalnya tidak menarik perhatian saya, Manggar, atau Pak Rully. Kami bertiga baru heran ketika tahu ada bus dengan rute melewati jalan tersebut. Bertiga kami terheran-heran bagaimana bisa ada bus yang bisa lewat ke jalan tersebut, sementara ada tiang penghalang semacam itu (bagian foto yang dilingkari merah). Naluri orang teknik membawa kami bertiga berpikir: “ow mungkin tiang itu otomatis bisa naik turun“.

Tiang penutup jalan itu berada tidak jauh dari hotel tempat kami menginap. Beberapa kali melintas, kami tidak punya kesempatan melihat bus melintas. Hingga suatu malam saat pulang training, kami melihat bus melintas dan benar dugaan kami. Kami melihat bagaimana tiang itu turun (masuk ke dalam tanah) secara otomatis sesaat sebelum bus melintas dan melihat pula bagaimana tiang tersebut muncul lagi sesaat setelah bus melintas pergi. Kalau tidak salah Manggar sempat merekam adegan naik turunnya tiang itu dengan handycam-nya (oi Mas Manggar bener kan ambil videonya…bagi donk videonya 😀 ). Katrok banget ya kita bertiga, terheran-heran melihat teknologi :)) . Sampai pulang lagi ke Indonesia, kami bertiga tetap tidak tahu bagaimana mekanisme kerja tiang tadi. Apakah dia dilengkapi dengan sensor, ataukah dilengkapi dengan receiver wireless yang dikendalikan dari dalam bus yang akan melintas, atas dilengkapi dengan GPS sehingga bisa mendeteksi bus yang mendekat. Bodohnya saya tidak bertanya kepada supir bus di sana.

Tadi sebelum menulis postingan ini, saya berpikir mungkin teknologi semacam ini bisa diterapkan juga di Jakarta. Kita yang tinggal di Jakarta sering kali mendengar, pemda dibuat pusing oleh pengguna jalan yang sering kali masuk ke jalur bus TransJakarta. Mungkin kalau di tiap ujung jalur busway dilengkapi dengan tiang ini, bisa mengurangi jumlah pengguna jalan yang masuk ke dalam jalur busway. Ah tapi apa pemerintah mau (baca : punya duit) untuk mengimplementasikan teknologi macam itu? Keren kan kalah diterapkan di Jakarta…supir busway tinggal pencet satu tombol tiap kali akan melintas masuk ke jalur busway, tiangnya akan turun memberi jalan. Setelah bus melintas segera tiangnya muncul lagi. Dijamin mobil yang nekat masuk akan menabrak tiang ini. Tapi kalau dipasang di Jakarta sepertinya tidak cukup 1 tiang di tiap jalur, kalau satu tiang saja motor masih bisa masuk ke dalam jalur busway….harus 3 tiang sekaligus kalau mau benar-benar melarang baik mobil atau motor masuk jalur busway.

Picasa On Linux

Since I’ve collected many pictures from my camera, I used Picasa for manage them. Usually I using Picasa for Windows on my notebook, because in office I use Windows for work. Beside Microsoft Windows, I also installed Ubuntu Linux on my notebook. Sometimes I prefer to use Ubuntu especially when I using my notebook at home.

When I used Ubuntu, I got stuck to see my pictures collections which lay on Windows partitions. Ubuntu has F-Spot Photo Manager to provide the user a software for managing their photo collections. But I don’t like F-Spot Photo Manager, it doesn’t have good feature and poor of their user interface.

This morning I tried to search whether Google provide Picasa for Linux user. Good for Google that provide us Linux version of Picasa. I just download them from Picasa site. They provide three types of Picasa for Linux : *rpm installer, *deb installer, and *bin installer. Although I use Ubuntu which using Debian based software management, I prefer to get *bin installer. So I download the installer : picasa-2.2.2820-5.i386.bin.

For me, the *bin installer more easy to use. The step for install Picasa are like this :

  1. To have the installer become executable, I change them using chmod command like this :
    root@tedy:/home/tedy# chmod a+x picasa-2.2.2820-5.i386.bin
  2. After that I just run them like run a executable script :
    root@tedy:/home/tedy# ./picasa-2.2.2820-5.i386.bin
  3. When I run them, the installation wizard will pop up, and it’s easy for me to just follow their instructions. Same like Windows installation wizard, just click Next and Next 😀 By default Picasa will put the installation on /opt/picasa.
  4. Yup…installation process completed for very short time. To start Picasa, just type the bin file :
    root@tedy:/usr/bin# /opt/picasa/bin/picasa
    See the Picasa on my Ubuntu Linux; it’s very similar with my Picasa that run on my Windows OS.

picasa on linux


Thanks for Google to care with Linux user like me 🙂