Jerman (part 3) – Training Day 1

Hari ini bangun pagi jam setengah 8, masih cukup gelap…mirip-mirip Jakarta jam setengah 6an. Merem lagi, eh jam 8 Manggar sudah telepon ke kamar ajak sarapan pagi. Jadi buru-buru bangun, mandi, langsung turun ke restoran. Makan pagi sebentar terus langsung berangkat ke Fujitsu Siemens Computer (FSC). Pagi ini kita bertiga kebingungan rute bisnya. Dapat rute bisnya tapi ketinggalan bis, kalau tunggu bis berikutnya bakal telat training. Jadi pagi ini kami bertiga berangkat naik taksi, sopirnya perempuan…seumur hidup baru kali ini naik taksi sopirnya perempuan ;)) .

Ah begitu datang langsung foto-foto, ini salah satunya :

Foto diambil di depan pintu masuk gedung FSC. Training hari pertama membahas tentang server Fujitsu Primepower 650. Tidak terlalu baru bagi saya, beberapa kali di Jakarta sudah pernah pegang server ini. Tapi ya tetap saja menarik. Pengajarnya dari FSC, namanya Klaus Nolte. Peserta training ada 3 orang dari Nokia Siemens Pakistan, 2 orang dari Nokia Siemens Jerman. Total peserta training ada 8 orang termasuk kami bertiga.

Makan siang kami digiring ke kantin utama (Casino nama kantinnya). Kami diberi kebebasan makan apa saja, gratis :D. Siang ini saya pilih menu steak ayam saja, seperti ini fotonya (baru dimakan satu iris) :

Dari pagi sampai siang, training di sini presentasi tentang Primepower 650. Setelah makan siang kami semua diajak membongkar salah satu Primepower 650 yang dipakai di FSC. Dibongkar sampai habis, dipreteli satu persatu komponennya. Setelah dijelaskan macam-macam, kami rakit kembali. Cukup menyenangkan training yang tidak cuma duduk diam mendengarkan presentasi. Kami pulang meninggalkan FSC pukul setengah 5 sore (waktu Panderborn tentunya).

Jerman (part 2)

Akhirnya sampai juga di Jerman. Setelah semalaman duduk di pesawat, sampai juga kami bertiga di Jerman. Tadi pagi mendarat di Frankfurt pukul 6.10 pagi waktu Jerman (jam 12an waktu Jakarta). Tiba di Frankfurt saya mimisan ๐Ÿ™ mungkin karena perubahan cuaca. Campur mules & sedikit mencret ๐Ÿ˜€ (mungkin karena minum wine tadi malam di pesawat..he..he..he…).

Terbang dengan Malaysia Airlines dari Kuala Lumpur jam 12.05 waktu Malaysia (lebih cepat 1 jam dari Jakarta). Dengan pesawat Boeing 777-200, penerbangan 12 jam lebih ini banyak menemui turbulensi udara. Jarak 10251 km ditempuh dengan duduk manis di kelas ekonomi cukup menyiksa. Tidur pun cuma tidur ayam, punggung rasanya pegal sekali. Cuaca Frankfurt mendung berangin sekitar 8 derajat Celcius.

Siang tadi kami bertiga menghabiskan waktu 3 jam putar-putar kota Frankfurt dengan berjalan kaki. Jam 1 siang kami berangkat ke Paderborn dengan kereta lintas kota (ICE…foto-foto menyusul ๐Ÿ˜€ ). Sampai di Paderborn pukul 16.15, kami berangkat ke hotel Aspethera dengan menggunakan taksi, 6.5 euro tarif taksinya. Di hotel ternyata kami diberi akses internet gratis, karena kami dari Fujitsu akan datang sebagai peserta trainingnya Fujitsu Siemens.

Sambil posting saya sedang memindahkan foto dari kamera dan mengedit-edit beberapa foto yang mungkin segera saya pajang di blog ini. Sejak mendarat di Jerman, kita bertiga benar-benar narsis abis…foto-foto terus :)) . Satu gambar akan bercerita lebih banyak dari sekadar kata-kata, jadi liputan lengkapnya nanti di kumpulan foto-fotonya saja.

Update : udah jadi nih story board-nya ๐Ÿ˜€

Klik pada gambar untuk melihat versi besarnya.

Jerman (part 1)

Sore ini saya berangkat menuju Jerman. Diantar Budy & Manus, saya berangkat ke bandara pukul setengah 4 sore. Berangkat bersama 2 rekan saya (Manggar & Rully…eh salah Pak Rully bukan teman saya, tapi manager saya =)) ).

Pesawat Malaysia Airlines (Boeing 737-400) berangkat tepat pukul 18.20. Penerbanganย  2 jam ini berlangsung mulus, sampai di Kuala Lumpur Internasional Airport pukul 9.20 (waktu Malaysia, di sini lebih cepat 1 jam daripada Jakarta). Sekarang saya ngeblog memanfaatkan fasilitas free hotspot di KL International Airpot. Sambil memindahkan data dari SD card Nikon saya, saya ketik postingan ini ๐Ÿ˜€ Mau upload foto tapi sepertinya lambat akses Internetnya. Eh bisa nih upload foto…foto dengan Manggar sambil menunggu monorail untuk pindah terminal.

.KL Airport

Pesawat saya berikutnya menuju Frankfurt Jerman berangkat pukul 23.29 waktu Malaysia. Masih cukup banyak waktu untuk keliling-keliling bandara, foto-foto (mode ndeso ON :)) ), sambil ngeblog juga.

Internasional Roaming Simpati Telkomsel

Setelah beberapa saat sulit menghubungi customer service (CS) Telkomsel (Caroline), saya bisa juga berbicara dengan salah satu operatornya. Menu Caroline Telkomsel ini menurut saya kurang pas susunan menu-menunya, masa saya mau berbicara dengan operator saja harus menunggu mesin menceritakan menu-menu customer service. Kalau menurut saya harusnya menu untuk berbicara dengan operator harus diletakan di awal, sesaat setelah konsumen diminta memilih bahasa yang akan digunakan.

Pertanyaan saya pagi ini adalah bagaimana cara mengaktifkan internasional roaming kartu Simpati saat saya berada di luar negeri. Penjelasan yang diberikan CS cukup gamblang, caranya cukup simpel yaitu :

Kirim SMS ke 6616 isinya :
IR <16 angka di belakang SIM card>

SMS ke nomor 6616 dikenakan tarif normal SMS Rp350,- Oh ya, yang penting diingat adalah untuk dapat menggunakan Telkomsel di luar negeri pulsa Simpati minimal harus Rp50000,-. Perincian tarif layanan Telkomsel bagi pelanggannya yang berada di luar negeri adalah :

  • Menelepon ke nomor Telkomsel di Indonesia tarifnya adalah Rp13100,-/menit
  • Menelepon ke operator di negara bersangkutan tarifnya berbeda-beda untuk tiap negara. Tadi saya hanya bertanya tarif panggilan saat saya berada di Jerman, besarnya Rp22300,-/menit
  • Mengirimkan SMS ke semua operator di Indonesia tarifnya adalah Rp4500,-/1 SMS (160 karakter).
  • Menerima panggilan dari Indonesia, kita akan dikenakan tarif roaming sebesar Rp16600,-/menit. Gelo ya mahal amat ๐Ÿ™‚

Saat kita berada di luar negeri, kita pun bisa melakukan pengisian pulsa Simpati. Caranya sudah pernah dibahas oleh rekan saya di sini. Fitur internasional roaming ini cukup sekali saja diaktifkan; artinya jika kita sudah kembali ke Indonesia fitur ini akan otomatis mati dan saat kita kembali pergi meninggalkan Indonesia fitur ini otomatis aktif. Canggih ya teknologi GSM sekarang. Lintas negara euy….