Banjarmasin (part 3) – Lift Hotel

Ada tempelan di dalam lift hotel Victoria yang menarik perhatian saya untuk di foto :

Menurut saya kok sepertinya kurang pas kalau pihak hotel menempelkan peringatan semacam itu. Bayangkan kesan yang dapat ditimbulkan dari tempelan peringatan macam itu. Terkesan lift memang sering mati karena listrik padam. Aneh juga masa hotel bintang 3 tidak bisa menyediakan listrik cadangan. Mungkin saja sebenarnya ini adalah langkah preventif dan hotel ini sama sekali tidak pernah mengalami pemadaman listrik…tapi yang namanya kesan bisa timbul dengan paradigma yang beraneka ragam kan?

Ada lagi hal lain yang bisa dikritisi (penyakit terlalu kritis :-p ) : penulisan kata “di mohon” kan salah tuh. Bukannya seharusnya ditulis dengan cara disambungkan? Memangnya ada tempat namanya “mohon” =))

Banjarmasin (part 2) – Mencoba K-Meleon

Sudah hampir satu jam saya online dengan akses internet gratis di Hotel Victoria Banjarmasin ini. Mata sudah mengantuk tapi ada 1 postingan yang ingin saya muat. Ini tentang web browser baru yang saya coba. Namanya K-Meleon. Awalnya saya tahu tentang web browser ketika ada yang comment di blog saya beberapa hari yang lalu. Dengan bantuan Browsersniff saya tahu kalau si pengirim komentar menggunakan web browser K-Meleon. Jadi waktu itu saya segera download file instalasi K-Meleon; ukurannya cuma 5MB. Barusan saya ingat kalau saya pernah download file tersebut. Segera saya instal web browser ini dan langsung saya coba. Berikut screenshot-nya :

Di webnya, web browser ini dibilang “extremely fast, customizable, lightweight web browser“. Ekstrim kencang, enteng, dan mudah dikustomisasi. Entah benar atau tidak sebab sampai saat ini saya selalu pakai Firefox web browser dan menurut saya Firefox paling enak dipakai. Nanti saya laporkan bagaimana kelakuan K-Meleon ini. Tampilan K-Meleon web browser ini mirip Konqueror-nya KDE 😀