Sancta = Santa ??

Dulu waktu saya masih kerja di daerah Pasar Baru Jakarta, saya tiap hari lewat jalan Juanda. Di sana ada gedung sekolah Santa Maria. Dari dulu saya selalu heran mengapa sekolah ini memasang papan nama besar di depan gedungnya dengan tulisan “Sancta Maria”. Saya pikir mereka salah pasang 😀 atau kelebihan huruf “C”. Seperti ini tampilannya :

Foto di atas saya ambil kira-kira 1 minggu yang lalu. Tadi iseng mencari di Google, ternyata kata “Sancta” itu adalah bahasa Latin. Artinya ya “santa”, alias wanita kudus dalam kepercayaan Katholik. Untung belum sempat protes kenapa “Santa Maria” ditulis “Sancta Maria” 😀 Eh dulu saya SMA juga di Santa Maria loh…tapi bukan yang di Jalan Juanda Jakarta ini, tapi Santa Maria di Cirebon.

Oh ya, saya jadi ingat kalau sekolah-sekolah dari yayasan Katholik rata-rata menggunakan nama-nama orang kudus. Lihat saja Santa Ursula (di depan Pasar Baru), Santa Maria (di Jakarta, Bandung, Cirebon ada), Van Lith (ada di Yogya), Santo Thomas (kalau tidak salah di Lampung), Santo Aloysius (di Bandung), Santa Angela (di Bandung juga), Kolese de Britto (di Yogya), Santo Kristoforus (di Jakarta), Santo Carolus (di Surabaya), Santo Yosef (di Solo), Santo Albertus (di Malang), Santo Peter (di Jakarta), Santo Loyola (di Semarang)…..banyak kan?

**sebagian data nama sekolah di ambil dari sini**

Jam Ngaco

Ini cerita saya tentang jam tangan saya. Siang ini saya baru sadar kalau ada yang aneh dengan jam tangan saya. Sekitar pukul 3 sore saat keluar kantor, saya kaget melihat angka 6 dan angka 12 di jam saya terbalik posisinya. Jarum jam masih menunjukkan waktu yang benar, hanya saja letak angka 12 berada di bawah dan angka 6 ada di atas. Halah…rupanya background jam tangan ini bergeser. Saya tepuk-tepuk jam tangan saya dan background itu bisa berputar sendiri. Entah dari kapan posisinya terbalik seperti itu. Untuk sementara saya bisa mengembalikan posisi angka 12 di atas. Tadi sepulang kantor saya lihat posisinya sudah ngaco lagi. Lihat tuh posisinya jadi aneh seperti di gambar di bawah ini :

Gambar kiri adalah gambar arloji waktu masih waras, gambar kanan adalah gambar sore ini saat arloji saya ngaco.

Arloji ini saya dapat dari rekan saya Budy waktu dia lulus kuliah akhir tahun lalu. Aneh kan…harusnya saya yang beri dia hadiah karena sudah berhasil “keluar” dari kampusnya 😀 tapi malah saya yang diberi hadiah. Atau mungkin dia bagi-bagi hadiah sebagai ucapan syukur sudah bisa jadi sarjana setelah *(off the record)* tahun Yah biarin sajalah…orang kaya kan bebas, bebas ngapa-ngapain…..mau tukar anthurium sama Inova ya bisa, mau buka perkebunan di Thailand ya bisa, mau beli stik biliar ratusan dollar dari Amerika ya bisa, termasuk mau bagi-bagi hadiah ya bisa…pokoknya bebas lah :)) Saya sih senang-senang saja diberi hadiah ;)) Jam tangan ini unik bentuknya, sepintas terlihat sangat tipis kalau sedang dipakai. Dia juga tidak memiliki jarum detik, hanya jarum panjang dan pendek saja. Sekarang harus segera dibawa ke tempat servis nih kalau melihat “ngaco”-nya hari ini.