Malam ini saya yang masih bertahan (“ditanam”) di Surabaya. Tadi siang sudah check out dari hotel jam 1 siang. Jam setengah 3 sore saya check in lagi….lucu kan. Mungkin bagi Anda gak lucu, tapi bagi saya ini suatu yang lucu. Saking lucunya kerjaan kali ini di Surabaya, saya sudah kehilangan minat untuk tertawa. Malam tadi saya mampir ke Surabaya Plaza. Niatnya saya mau mencari keping DVD dual layer, yang kapasitasnya 8GB. Ada data log mesin Primepower 1500 yang harus saya kirim ke Jakarta. Datanya gak tanggung-tanggung 7GB. Makanya saya butuh keping DVD yang besar kapasitasnya.
Berhubung yang paling dekat dengan hotel saya adalah Surabaya Plaza, tadi sekitar jam 7 saya jalan kaki ke sana. Putar-putar mal ini saya tidak menemukan toko yang menjual DVD. Saya sih “nothing to loose” mampir ke sana, ya sekalian makan malam lah. Karena tidak menemui toko yang menjual DVD saya masuk ke Gramedia. Di sana ada counter yang menjual DVD. Tapi sayang tidak ada DVD dual layer 8GB, yang ada hanya DVD standar 4GB. Akhirnya saya beli 2 DVD-R seperti ini (@Rp9000,-) :
Beli DVD sih cuma sebentar, tapi saya putar-putar dulu di Gramedia melihat-lihat buku apa yang menarik hati. Akhirnya saya membeli buku novel terjemahan “Sang Penebus” seperti ini :
Bukunya tebal sekali, harganya pun “tebal” Rp89000,-. Sepertinya buku ini adalah novel yang menarik, lihat sendiri label “New York Times Bestseller” di bagian atasnya. Penting nih buat teman di perjalanan, berhubung sering pergi-pergi bawa buku sepertinya jadi hal yang pantang dilewatkan oleh saya.
Keluar dari Gramedia, saya naik ke lantai 4 Surabaya Plaza. Di sana ada food court. Berkeliling sebentar saya pilih makan steak di Miho (singkatan mie hotplate). Tenderloin steak-nya tidak terlalu mahal (Rp30000,- including tax), tapi rasanya lebih mirip semur daging daripada steak pada umumnya. Pelajaran bagi saya, kalau pergi ke restoran mie jangan beli steak…beli mie donk.




