Surabaya (part 8) – Mahalnya GPRS Telkomsel

Kemarin siang saya mencoba mengakses internet lewat GPRSnya Telkomsel. Berhubung di hotel saya tidak ada internet gratis, saya iseng mencoba internet via GPRS. Saya pakai ponsel Sony Ericsson T68 sebagai modem dan menghubungkannya ke laptop saya lewat port infrared. Oh ya, sebelumnya saya harus mengaktifkan dulu layanan GPRS; karena saya adalah pengguna kartu Halo caranya adalah dengan menelepon ke 111. Di sana akan ada penjelasan tentang cara pengaktifan fitur GPRS Telkomsel. Fitur GPRS ini aktif setelah saya menerima sms konfirmasi dari Telkomsel bahwa fitur GPRS saya sudah dapat digunakan.

Untuk menjadikan T68 sebagai modem, saya harus menambahkannya dulu lewat Control Panelnya Windows (di menu Phone & Modem Options). Sebelumnya saya harus mengaktifkan dulu port infrared-nya T68 lalu memposisikannya tepat di depan port infrared notebook saya. Tidak terlalu sulit untuk menambahkan modem via infrared ini. Setelah menambahkan modem saya harus membuat koneksi baru, ini mudah dilakukan lewat Control Panel juga (di menu Network Connections). Untuk menggunakan Telkomsel GPRS kita harus membuat sebuah koneksi baru (bebas nama koneksinya apa) dengan tipe dial-up. Nomor yang kita panggil adalah *99***3# sementara username-nya adalah wap dan password-nya adalah wap123.

Setelah selesai membuat koneksi baru, tinggal dial saja saya langsung bisa internetan tapi dengan kecepatan yang lambat. Yang menyebabkan lambat ada 2 faktor : faktor pertama adalah akses data dengan teknologi GPRS memang tidak tinggi bandwidth-nya, faktor kedua adalah koneksi antara ponsel sebagai modem dengan notebook saya hanya lewat port infrared (ini tentu jauh lebih lambat dibandingkan kalau saya menggunakan Bluetooth atau kabel data).

Gila saya kaget bukan kepalang ketika memeriksa total biaya pemakaian akses GPRS tadi. Akses data sejumlah 7344KB membutuhkan biaya sebesar Rp88128,-. Kalau dihitung berarti tarif volume based GPRS ini adalah sebesar Rp12,-/KB. Edan…mahalnya. Jauh lebih murah koneksi internet dengan Telkom Flexi kalau begitu sih. Dengan CDMA saya bisa internetan cukup murah dan lebih kencang daripada dengan GPRS. Alternatif lain yang terlintas di kepala saya adalah beli modem 3.5G (atau ponsel yang mendukung HSDPA) supaya bisa pakai Telkomsel Flash :-p . Terasa nih pentingnya punya mobile internet access kalau sedang bepergian seperti sekarang. Kalau di Jakarta saja sih Speedy sudah cukup buat saya.

Surabaya (part 7) – Fujitsu Siemens Guys

I just got bored yesterday stay all day long in hotel. So I made myself busy with make a comic. What comic I was made yesterday? I looked at my photo collection first and I got an idea to make comic about my friends at Fujitsu Siemens Computer Germany. I taken a lot of photo when I attended training at Paderborn Germany last month. From those photo I chose some photos to be my comic. Here the results 🙂 :

Last night, I sent the comic to all my friend at Paderborn. Glad to hear that some of them like my comic. They can laugh when see my comic and read the comments. I heard that my friend Ralf already printed my comic and put that on their office 😀 . Maybe next time I must make another comic about Fujitsu Indonesia guys. But right now I don’t have enough photo of them.  Maybe when I go back to Jakarta, I must take photo of my friends at Fujitsu Indonesia so I can make my comic as soon as possible 🙂 .