Surabaya (part 10) – Pulang

Akhirnya pulang juga ke Jakarta setelah seminggu di Surabaya. Sore ini saya pulang dari Surabaya jam 3 sore. Tiba di Jakarta sekitar jam 5 kurang. Mendung dan sedikit gerimis Jakarta sore ini. Sampai di rumah sudah ada 2 kiriman yang sudah saya tunggu beberapa hari ini. Yang pertama adalah kaos pesanan saya dari Baliwae, sekitar 3 minggu lalu saya pesan kaos Ubuntu di Baliwae. Harganya Rp75000,- dengan ongkos kirim Rp12000,- . Kaosnya sih belum saya coba tadi, baru saya lihat-lihat dan sepertinya sih bagus. Entah nyaman atau tidak kalau dipakai.


Kiriman kedua yang sudah sampai juga adalah kartu member Garuda Frequent Flyer. Sebulan lalu kalau tidak salah saya mendaftar jadi member Garuda Frequent Flyer dan baru sekarang saya terima kartunya. Lumayan kan jadi member GFF, ngumpulin poin siapa tahu bisa dapat terbang gratis 😀

Lega sudah sampai lagi di Jakarta. Sekarang makan dulu, dari tadi sejak keluar hotel saya belum makan nasi.

Surabaya (part 9) – Mencoba ScribeFire

Iseng mencari-cari plugin Firefox yang menarik, saya akhirnya mencoba menginstal ScribeFire ke dalam Firefox yang saya pakai. ScribeFire adalah plugin editor blog yang terintegrasi dengan Firefox web browser. Seperti ini jadinya kalau saya tulis postingan dengan ScribeFire :

Entah lebih enak mana posting lewat ScribeFire atau langsung dari menu Write-nya WordPress.

Surabaya (part 8) – Mahalnya GPRS Telkomsel

Kemarin siang saya mencoba mengakses internet lewat GPRSnya Telkomsel. Berhubung di hotel saya tidak ada internet gratis, saya iseng mencoba internet via GPRS. Saya pakai ponsel Sony Ericsson T68 sebagai modem dan menghubungkannya ke laptop saya lewat port infrared. Oh ya, sebelumnya saya harus mengaktifkan dulu layanan GPRS; karena saya adalah pengguna kartu Halo caranya adalah dengan menelepon ke 111. Di sana akan ada penjelasan tentang cara pengaktifan fitur GPRS Telkomsel. Fitur GPRS ini aktif setelah saya menerima sms konfirmasi dari Telkomsel bahwa fitur GPRS saya sudah dapat digunakan.

Untuk menjadikan T68 sebagai modem, saya harus menambahkannya dulu lewat Control Panelnya Windows (di menu Phone & Modem Options). Sebelumnya saya harus mengaktifkan dulu port infrared-nya T68 lalu memposisikannya tepat di depan port infrared notebook saya. Tidak terlalu sulit untuk menambahkan modem via infrared ini. Setelah menambahkan modem saya harus membuat koneksi baru, ini mudah dilakukan lewat Control Panel juga (di menu Network Connections). Untuk menggunakan Telkomsel GPRS kita harus membuat sebuah koneksi baru (bebas nama koneksinya apa) dengan tipe dial-up. Nomor yang kita panggil adalah *99***3# sementara username-nya adalah wap dan password-nya adalah wap123.

Setelah selesai membuat koneksi baru, tinggal dial saja saya langsung bisa internetan tapi dengan kecepatan yang lambat. Yang menyebabkan lambat ada 2 faktor : faktor pertama adalah akses data dengan teknologi GPRS memang tidak tinggi bandwidth-nya, faktor kedua adalah koneksi antara ponsel sebagai modem dengan notebook saya hanya lewat port infrared (ini tentu jauh lebih lambat dibandingkan kalau saya menggunakan Bluetooth atau kabel data).

Gila saya kaget bukan kepalang ketika memeriksa total biaya pemakaian akses GPRS tadi. Akses data sejumlah 7344KB membutuhkan biaya sebesar Rp88128,-. Kalau dihitung berarti tarif volume based GPRS ini adalah sebesar Rp12,-/KB. Edan…mahalnya. Jauh lebih murah koneksi internet dengan Telkom Flexi kalau begitu sih. Dengan CDMA saya bisa internetan cukup murah dan lebih kencang daripada dengan GPRS. Alternatif lain yang terlintas di kepala saya adalah beli modem 3.5G (atau ponsel yang mendukung HSDPA) supaya bisa pakai Telkomsel Flash :-p . Terasa nih pentingnya punya mobile internet access kalau sedang bepergian seperti sekarang. Kalau di Jakarta saja sih Speedy sudah cukup buat saya.

Surabaya (part 7) – Fujitsu Siemens Guys

I just got bored yesterday stay all day long in hotel. So I made myself busy with make a comic. What comic I was made yesterday? I looked at my photo collection first and I got an idea to make comic about my friends at Fujitsu Siemens Computer Germany. I taken a lot of photo when I attended training at Paderborn Germany last month. From those photo I chose some photos to be my comic. Here the results 🙂 :

Last night, I sent the comic to all my friend at Paderborn. Glad to hear that some of them like my comic. They can laugh when see my comic and read the comments. I heard that my friend Ralf already printed my comic and put that on their office 😀 . Maybe next time I must make another comic about Fujitsu Indonesia guys. But right now I don’t have enough photo of them.  Maybe when I go back to Jakarta, I must take photo of my friends at Fujitsu Indonesia so I can make my comic as soon as possible 🙂 .

Surabaya (part 6) – Kerjaan Selasa Kemarin

Hari Selasa kemarin tugas saya mengganti memori di mesin Primepower 1500-nya Telkomsel. Mesin ini ada di gedung Telkomsel Gayungan Surabaya. Karena kesalahan pengiriman spare part, memori pengganti malah terkirim ke Telkomsel Kebalen. Halah…sialan terpaksa ambil dulu memorinya ke sana, padahal jauh kan jarak Gayungan ke Kebalen (belum lagi macetnya). Untung saya ditemani rekan saya Pak Sudjiantoro. Pekerjaan penggantian memori Primepower 1500 cukup singkat, hanya butuh waktu kurang dari setengah jam. Yang lama adalah menunggu proses mesinnya mati dan proses menghidupkan mesinnya. Berikut adalah ceritanya dalam komik 😀 :

Sepertinya saya akan pulang ke Jakarta hari Jumat atau Sabtu minggu ini (kalau tidak ada perubahan rencana lagi). Krisis baju nih, satu dipakai satu di laundry 🙁